Bicara tentang belajar, Ada beberapa resep jitu dalam mengatasi problem belajar. Mungkin ini dapat membantu anda dalam belajar yang efektif :
Fokus
Selalu fokus dalam belajar menjadikan penyemangat sendiri untuk menggapai suatu kesuksesan. Bayangkan saja anda menjadi sopir, karena pada setiap sopir meiliki perinsip selalu fokus dalam perjalanan untuk mencapai sebuah tujuan. Andaikan tujuan tersebut merupakan cita-cita anda belajarlah untuk fokus dalam belajar. Karena dengan fokus akan membuat anda merasa nyaman, mudah dan selalu berkonsentrasi dalam belajar. Dan anda tidak akan merasa kesulitan dalam proses belajar.
Optimis
Optimis akan membuat anda menjadi semangat belajar. Berusahalah optimis dalam menggapai cita-cita. Hal ini menjadi dasar agar anda giat belajar dan selalu berfikir positif. Karena dengan giat belajar dan selalu berfikir positif kita akan mudah mengingan pelajaran yang kita pelajari.
Buat ringkasan/catatan pelajaran
Mungkin dengan ini anda akan merasa mudah menghafal dan mengingat pelajaran yang sudah diterangkan oleh guru. Karena jika kita belajar dengan buku besar mungkin kita merasa kesusahan menghafal atau terasa males. Oleh karena itu buatlah catatan/ringkasan penting pelajaran.
Buat kelompok belajar
Kedengarannya kuno? Jangan salah, karena metode ini tetap efektif lho. Caranya, kumpulin aja 4-5 orang teman dalam satu kelompok. Terus, bagi rata materi yang bakal ditanyain dalam tes ke tiap orang. Setiap anggota harus mempelajari materi yang sudah dipilih sampai paham, dan mengajarkan ulang ke anggota yang lainnya. Dengan cara ini, dijamin lo nggak bakal ngantuk deh. Tapi, pilih anggota kelompok belajar yang memang punya misi yang sama ya!
Pilih waktu belajar yang tepat
Paling bagus kalau belajar pas badan masih segar. Waktu paling oke adalah sebelum makan malam atau beberapa jam sesudahnya. Selain proses belajar bakal lebih cepat, kita juga nggak perlu belajar sampai tengah malam. Atau belajar sesudah sholat subuh, karena dengan belajar dalam kondisi tersebut akan mempermudah mengingat pelajaran yang dipelajari.
Cari solusi yang lebih baik
Bila kamu tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut. Coba cara lainnya. Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing akademismu. Mereka akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
Mengulang pelajaran
Mengulang pelajaran tidak selamanya harus dengan membaca atau menulis. Mengajari teman lain tentang materi yang baru diulang bisa membuatmu selalu ingat akan materi tersebut. Bagusnya lagi, Anda menjadi lebih paham akan materi tersebut.
Sempatkan untuk istirahat/rekreasi
Karena dengan istirahat atau rekreasi akan menyegarkan kembali rasa penat dalam belajar. Sebetulnya otak juga tidak bisa bekerja dengan terus menerus, karena bisa membuat stres. Layaknya sebuah mesin yang selalu bekerja dengan terus menerus kakan timbul kerusakan juga. Lebih baik sempatkan waktu sebentar saja untuk istirahat atau rekreasi.
Sabtu, 27 Agustus 2011
Selasa, 17 Mei 2011
Malam-Malam Nina
Cerpen Lan Fang
Ini sudah hari ke empat Nina kelihatan murung. Kian hari wajahnya semakin mendung dengan mata nanar dan bisu. Kerjanya setiap hari bangun dengan masai lalu duduk termenung.
Sebetulnya itu bukan urusanku. Karena Nina bukan siapa-siapaku. Ia hanya menyewa sebuah kamar di rumahku. Ia tinggal bersamaku baru dua bulan ini. Tetapi entah kenapa aku langsung menyukainya.
Rumahku tidak terlalu besar. Juga tidak terlalu bagus. Sederhana saja. Rumahku berada di kampung yang dindingnya rapat dengan tembok rumah sebelah. Ada tiga kamar kosong. Tetapi aku tinggal sendirian. Karenanya aku menyewakan kamar-kamar kosong itu untuk menunjang hidupku di samping aku membuka sebuah warung kelontongan kecil di depan rumah.
Penghuni kamar pertama adalah Anita. Ia cantik dan selalu wangi karena ia bekerja sebagai seorang beauty advisor kosmetik terkenal di counter kosmetik sebuah plaza megah. Anita supel, periang dan pandai berdandan.
Kamar kedua dipakai oleh Tina. Ia juga cantik. Katanya ia bekerja di sebuah restaurant. Tetapi yang mengantarnya pulang selalu bukan laki-laki yang sama. Kepulan rokok mild juga tidak pernah lepas dari bibirnya yang seksi.
Tetapi aku bukan tipe pemilik kost yang rese’. Mereka kuberi kunci pintu supaya bila pulang larut malam tidak perlu mengetuk-ngetuk pintu dan membuatku terganggu. Aku tidak terlalu pusing dengan apa pun yang mereka kerjakan. Toh mereka selalu membayar uang kost tepat waktu. Bukan itu saja, menurutku, mereka cukup baik. Mereka hormat dan sopan kepadaku. Apa pun yang mereka lakoni, tidak bisa membuatku memberikan stempel bahwa mereka bukan perempuan baik-baik.
Nina datang dua bulan yang lalu dan menempati kamar ketiga. Kutaksir usianya belum mencapai tiga puluh tahun. Paling-paling hanya terpaut dua tiga tahun di bawahku. Ia tidak secantik Anita dan Tina, tetapi ia manis dan menarik dengan matanya yang selalu beriak dan senyumnya yang tulus. Ia rapi. Bukan saja kamarnya yang selalu tertata, tetapi kata-katanya pun halus dan terjaga. Ia membuatku teringat kepada seorang perempuan yang nyaris sempurna. Perempuan di masa lampau yang…ah…aku luka bila mengingatnya.
Oh ya, Nina juga tidak pernah keluar malam. Ia lebih banyak berada di rumah, bahkan ia tidak segan-segan membantuku menjaga warung. Kalaupun ia keluar rumah, ia akan keluar untuk tiga sampai empat hari setelah menerima telepon dari seseorang laki-laki. Laki-laki yang sama.
Bukan masalah kemurungannya saja yang aneh bagiku. Tetapi sudah dua minggu terakhir Nina tidak pernah keluar rumah. Bahkan tidak menerima atau menelepon sama sekali. Yang tampak olehku hanyalah kegelisahan yang menyobek pandangannya. Dan puncaknya adalah empat hari terakhir ini.
"Nina, ada apa? Beberapa hari ini kamu kelihatan murung…," aku tidak bisa mengerem lidahku untuk bertanya, ketika kami hanya berdua saja di rumah. Warung sudah tutup pukul sepuluh malam. Anita dan Tina belum pulang. Tetapi Nina kulihat masih termangu dengan mata kosong.
Ia menoleh dengan lesu setelah sepersekian menit diam seakan-akan tidak mendengarkan apa yang aku tanyakan. Kemurungan tampak menggunung di matanya yang selalu beriak. Tetapi ia cuma menggeleng.
"Apa yang sekiranya bisa Mbak bantu?" aku tidak peduli andai ia menganggapku rese’.
Lagi-lagi hanya gelengan. Ia masih duduk seperti arca membatu. Tapi mampu kubaca pikirannya gentayangan. Rohnya tidak berada di tubuhnya. Entah ke mana mengejewantah.
Nina memang tidak pernah bercerita tentang dirinya, tentang orang tuanya, asalnya, sekolahnya, perasaannya, atau tentang laki-laki yang kerap meneleponnya. Aku sendiri juga tidak pernah menanyakannya. Mungkin ada hal-hal yang tidak ingin dia bagi kepada orang lain. Maka biarlah ia menyimpannya sendiri. Bukankah aku juga seperti itu?
Sepi terasa lindap, seakan menancapkan kuku-kukunya mengoyak angin yang terluka. Hening itu benar-benar ada di antara aku dan Nina. Aku merasa tersayat. Karena sunyi seperti ini sudah kusimpan lima tahun lamanya. Kenapa sekarang mendadak hadir kembali?
Lalu aku bangkit dari dudukku, mengambil satu seri kartu sebesar kartu domino. Tetapi yang tergambar bukan bulatan-bulatan merah. Tetapi berbagai macam bentuk berwarna hitam. Aku menyimpannya sudah lama. Sejak mataku selalu berembun, lalu embun itu menitik di ujung hati. Sejak sepi yang tanpa warna mulai mengakrabi aku. Sejak itulah aku mulai berbagi resah dengan kartu-kartu ini. Mereka banyak memberiku tahu tentang apa saja yang aku ingin tahu.
Anita dan Tina sering melihatku bermain dengan kartu-kartuku di tengah malam ketika mereka pulang. Sejak melihatku bermain dengan kartu-kartu ini, mereka juga sering ikut bermain. Ada saja yang mereka ceritakan padaku melalui kartu-kartu ini. Jualan yang sepi, para langganan yang pelit memberikan tips sampai kepada pacar-pacar mereka yang datang dan pergi.
Aku menyulut sebatang dupa India. Aromanya semerbak langsung memenuhi ruangan. Aku suka. Setidaknya mengusir hampa yang sejak tadi mengambang di udara. Kukocok setumpuk kartu itu di tanganku. Kuletakkan di atas meja di depan Nina.
"Mari, temani Mbak bermain kartu. Ambillah satu…," ujarku.
Mata Nina memandangku. Bibirnya tetap rapat. Tetapi matanya mulai berembun. Dengan sebuah gerakan lamban tanpa semangat ia mengambil sebuah kartu. Lalu membukanya.
"Ah! Hatimu sedang kacau, sedih, kecewa, tidak menentu. Kau terluka," gumamku ketika melihat kartu yang dibukanya.
Seperti aku dulu…, aku melindas gelinjang rasa yang sudah lama kupendam.
Aku mulai membuka kartu-kartu berikutnya. "Kau sedang memikirkan seseorang,…ah bukan…kau merindukannya…penantian… jalan panjang…menunggu…kau menunggu seorang laki-laki?"
"Ya," suaranya gamang terdengar seperti datang dari dunia lain.
Kuteruskan membuka kartu-kartu itu. "Menunggu… halangan… perempuan…dia beristri?" kutanya ketika tampak olehku gambaran seorang perempuan di atas kartu itu.
"Ya," kali ini suaranya seperti cermin retak berderak. Ia luka sampai seperti sekarat.
Kurasakan derak-derak itu sampai menembus batinku. Kenapa seperti yang pernah kurasakan lima tahun lalu?
"Kamu mencintainya, Nina?"
"Amat sangat!" kali ini ia menjawab cepat.
Kuhela napas panjang. Kubiarkan kartu-kartu berserakan di antara aku dan Nina. Kulihat jantungnya seperti bulan tertusuk ilalang.
"Tetapi ia mengecewakanku, Mbak. Ia mengkhianati aku." Ia tidak mampu lagi menyembunyikan suara gemeretak hatinya yang bagaikan bunyi tembikar terbakar.
"Ia mengkhianati kamu? Bukannya ia yang mengkhianati istrinya? Bukankah ia sudah beristri?" aku bertanya, berpura-pura bodoh karena berusaha menyingkirkan masa lalu yang mulai menggigiti sanubariku. Perih itu masih terasa.
"Ya. Dia beristri. Tapi istrinya jahat sekali. Ia ingin meninggalkannya. Ia mencintaiku. Kami punya rencana masa depan," jawabnya naïf dan lugu.
Astaga! Seperti itukah diriku lima tahun silam? Aku benar-benar seperti melihat cermin diriku.
Kepulan asap dupa melemparku ke kepulan asap lain yang sama pekatnya lima tahun yang lalu. Aku berada di dalam kepulan-kepulan asap rokok tebal dari mulut para lelaki berduit yang kutemani duduk-duduk, minum, sampai ke kamar tidur. Para lelaki yang mabuk kepayang karena kecantikanku sebagai primadona di sebuah wisma di kompleks hiburan malam. Para lelaki kedinginan yang butuh kehangatan. Para lelaki kesepian yang butuh pelukan. Para lelaki yang tidak tahu lagi ke mana bisa menghamburkan uang mereka yang berlebihan.
"Istrinya jahat bagaimana? Namanya istri ya wajar saja dia tidak suka kalau suaminya berhubungan dengan perempuan lain," sahutku enteng atau tepatnya aku sudah terbiasa untuk "mengenteng-entengkan" jawaban yang ujung-ujungnya akan membuatku terluka. "Yang salah, ya suaminya. Sudah beristri kok masih bermain api. Tetapi namanya laki-laki ya begitu…," sambungku pelan.
Laki-laki memang begitu, desahku. Laki-laki memang suka bermain api. Laki-laki memang suka mendua. Seperti para lelaki yang datang dan pergi di atas ranjangku. Mereka terbakar hangus gairah memberangus, haus sampai dengus-dengus napas terakhir. Lalu mereka pergi setelah sumpalkan segepok uang di belahan dadaku.
"Tetapi Bayu tidak seperti itu!" sergah Nina cepat. "Bayu mencintaiku, Mbak! Ia tidak akan meninggalkanku."
Ya! Prihadi juga tidak seperti laki-laki lain. Ia juga mencintaiku. Prihadi tidak seperti laki-laki lain yang meniduriku dengan kasar. Ia bahkan sangat lemah lembut untuk ukuran "membeli" kehangatan dari seorang perempuan seperti aku. Karena Prihadi, maka aku tidak mau menerima tamu yang lain. Ia menginginkan aku hanya untuknya, maka ia membeli dan menebusku dari induk semangku. Lalu ia membawaku keluar dari wisma itu dan membelikan aku sebuah rumah kecil. Ia pahlawan bagiku. Ia tidak meninggalkanku. Bahkan memberikan benih kehidupan baru yang tumbuh di dalam tubuhku. Aku bahagia sekali. Tetapi kemudian aku memutuskan untuk meninggalkannya.
Kuputuskan untuk meninggalkan Prihadi ketika istrinya datang menemuiku dengan begitu anggun dan berwibawa. Berhadapan dengan perempuan yang begitu berkilau, tinggi, langsing dengan kulit kuning, ayu dengan wajah priyayi, tutur katanya lemah lembut, membuatku benar-benar merasa rendah dan tidak ada artinya. Ia sama sekali tidak menghardik atau mencaci-makiku. Ia sungguh nyaris sempurna untuk ukuran seorang perempuan, kecuali…belum bisa memberikan anak untuk Prihadi!
"Kamu Ningsih? Aku istri Prihadi. Namaku Indah."
Oh, ia sungguh-sungguh seindah namanya.
"Aku tahu hubunganmu dengan suamiku," ujarnya dengan menekankan benar-benar kata "suamiku" itu. "Dan aku tahu kamu pasti perempuan baik-baik," lagi-lagi ia memberikan tekanan dalam kepada kata-kata "perempuan baik-baik" yang jelas-jelas ditujukannya kepadaku. "Sebagai perempuan baik-baik, kamu seharusnya tidak menjalin hubungan dengan laki-laki yang sudah beristri…dengan alasan apa pun," kali ini ia menekankan setiap kata-katanya sehingga membakat wajahku terasa panas.
"Nina, sebagai perempuan baik-baik, seharusnya kamu tidak berhubungan dengan laki-laki yang sudah beristri…dengan alasan apa pun…," aku mengulangi kalimat yang kusimpan lima tahun yang lalu untuk Nina. Sebetulnya itu klise, bukan? Hanya sekadar untuk menutupi gundah gulanaku yang entah kenapa merayapi seluruh permukaan batinku.
"Tetapi, Mbak, Bayu mencintaiku…," Nina menjawab. Jawaban itu juga yang kuberikan lima tahun yang lalu kepada perempuan yang nyaris sempurna itu.
Tetapi ketika itu, ia justru memberikan senyum manisnya. Ia benar-benar tanpa ekspresi marah. "Laki-laki biasa seperti itu. Tetapi kamu kan perempuan baik-baik. Walaupun Prihadi menggoda, mengejar dan mencintaimu, tetapi bukankah sudah sepantasnya kamu menolaknya? Kamu kan tahu kalau dia sudah beristri?" lagi-lagi ia membuatku pias.
Aku berusaha mem-photocopy kata-kata usang itu untuk Nina.
"Tetapi aku juga mencintai Bayu," ia melenguh getir.
Kurasakan getir yang sama ketika aku memberikan jawaban itu pula kepada istri Prihadi. Bahkan waktu itu aku masih memberikan tambahan jawaban. "Aku mengandung anak Prihadi…." Kuharap dengan jawabanku itu ia tidak akan mengusik perasaanku dengan kata-katanya yang lemah lembut tetapi terasa menampar-nampar.
"Baiklah, aku mengerti kalau kamu mencintai Prihadi," ia tertawa pelan tetapi sungguh terasa kian menusuk-nusuk.
Astaga! Ia tertawa! Terbuat dari apakah perempuan ini?
"Kalau kau mencintai seseorang, maka kau akan melakukan apa saja yang akan membuatnya bahagia kan?" Ia pandai sekali bermain kalimat. Sebentar kalimat pernyataan, sebentar kalimat tanya. Tetapi tidak ada satu pun dari kalimatnya yang membakatku merasa nyaman.
Hei! Konyol benar! Sudah syukur-syukur ia tidak memaki-makimu…, cetus batinku.
"Ya, aku akan melakukan apa saja untuk membuat Prihadi berbahagia."
"Nah, kau tahu kalau Prihadi adalah tokoh masyarakat yang cukup terkenal dan disegani di kota ini, kan? Ia memiliki kedudukan, kekayaan, karisma, dan nama baik. Apakah bisa kau bayangkan bagaimana reputasi Prihadi kalau sampai terbongkar mempunyai hubungan dengan perempuan lain…dan bahkan mempunyai anak di luar nikah?"
Oh…ia mempunyai tata bahasa yang sempurna! Ia sama sekali tidak menggunakan kata-kata kasar. Ia memakai istilah "mempunyai hubungan dengan perempuan lain", ia tidak mengatakan "mempunyai simpanan bekas pelacur", ia mengatakan "anak di luar nikah", ia tidak mengucapkan "anak haram". Apakah itu berarti ia menghargaiku? Tetapi kenapa aku justru tidak merasa dihargai? Aku justru merasa dipermalukan. Ataukah memang pantas aku dipermalukan?
"Bagaimana? Apakah situasi itu akan baik untuk Prihadi?"
"Tidak," aku tidak mempunyai pilihan lain kecuali kata-kata itu.
Ia tertawa pelan tetapi kali ini benar-benar seperti tawa seorang algojo yang berhasil memengal kepala seorang tawanan yang sama sekali tidak melawan.
"Lalu bagaimana caramu untuk membuat Prihadi bahagia? Kamu tidak mau merusak semua yang sudah dimiliki Prihadi, kan?" Ia benar-benar algojo yang sempurna. Ia memenggal kepalaku tanpa rasa sakit sedikit pun.
Tinggal aku yang menggelepar, terkapar, tanpa pernah merasa sekarat meregang nyawa.
"Kalau kamu mencintai Prihadi, tinggalkan dia, gugurkan kandunganmu. Kamu pergi jauh dan memulai kehidupan baru. Aku akan membantumu. Kamu cantik sekali, Ningsih. Aku yakin, tidak akan sulit bagimu untuk mencari laki-laki baik yang belum beristri," ia menutup eksekusinya dengan kata-kata pelan tetapi penuh tekanan. "Jelas? Kuharap kamu cukup pandai untuk bisa mengerti semuanya," tandasnya.
Lalu tidak banyak yang bisa kubantah ketika ia "membantuku" menyelesaikan semuanya. Ia melakukan transaksi jual beli atas rumah yang kutempati. Ia menggantinya dengan sejumlah uang yang lebih dari cukup. Ia mengantarku ke dokter dan membayar semua ongkos "mengeluarkan" calon kehidupan yang bersemayam di tubuhku. Ia membelikan aku tiket pesawat. Ia mengantarku sampai ke bandara. Ia memeluk dan mencium pipiku, lalu berbisik, "Selamat menempuh hidup baru, Ningsih. Tolong, jangan ganggu kehidupan Prihadi. Terima kasih atas pengertianmu. Kamu memang perempuan yang baik…"
Oh! Ia benar-benar perempuan yang sempurna!
Sampai pesawatku tinggal landas, aku tidak bisa menitikkan air mata sama sekali. Apa yang perlu kutangisi? Perempuan itu tidak memaki atau menghinaku. Bahkan ia "membantuku" dan memberiku banyak uang untuk memulai kehidupan baru di kota yang jauh dari mereka. Terasa jutaan sembilu menikam-nikam. Hatiku terasa sakit tetapi mataku hanya bisa mengembun.
Sejak itu, aku berteman dengan kartu-kartu ini. Kartu-kartu ini pemberian induk semangku. Aku belajar dari dia membaca kartu-kartu ini. Dahulu, dari kartu-kartu ini, aku tahu apakah aku akan mendapat banyak tamu atau tidak? Apakah Prihadi akan datang atau tidak.
Ah, kutepis nama itu cepat-cepat.
Aku melanjutkan jalannya kartu-kartu yang masih berserakan di atas meja. Aku tidak mau mengingat masa lalu yang sudah sekian lama kukubur. Aku tidak mau menoleh ke belakang karena sangat menyakitkan. Toh, dengan uang yang kubawa, aku bisa membangun kehidupan baru, membeli rumah ini, membuka warung kecil, menerima kos-kosan, bertemu Nina…
"Halangan…rintangan…rindu…ah…ia tidak mempunyai uang!" Aku berusaha mengalihkan rasa lukaku dengan membaca kartu-kartu Nina. Lagi-lagi ramalan itu yang kubaca dari kartu-kartu yang bertebaran. "Bingung…perempuan…halangan…Ia merindukanmu juga. Tetapi ia bingung bagaimana harus menghadapi istrinya," cetusku.
Nina tertawa sumbang. "Bayu memang tidak punya uang. Istrinya yang kaya. Istrinya yang memegang kendali perusahaan. Istrinya sudah mengetahui hubungan kami. Dia lalu mengusirnya keluar dari perusahaan. Sekarang ia menghindar dariku, Mbak! Ia lebih mencintai kekayaan istrinya daripada perasaanku!"
"Bayu mengecewakanku, Mbak," sentaknya. Kali ini embun-embun di matanya berguguran menjadi rintik hujan. Mengalir deras menganak di lekuk-lekuk pipinya. "Bayu menipu hatiku, Mbak! Ia takut tidak bisa hidup kaya bila pergi bersamaku. Aku benci padanya!" Hujan itu sudah menjadi badai. Riuh rendah bergemuruh seakan puting beliung yang akan merubuhkan apa saja. Lara berkubang seperti seonggok daun-daun gugur di matanya yang tersayat.
"Apa yang kau inginkan darinya?"
"Aku ingin dia sakit…sesakit yang kurasakan!"
Aku tercenung. Sesakit itu pula yang pernah kurasakan. Betapa rasa benci itu melebihi rasa sakit. Aku juga benci setengah mati kepada Prihadi. Kenapa ia tidak mencariku kalau ia mencintaiku? Kenapa sejak istrinya yang begitu sempurna itu menemuiku, ia juga tidak pernah muncul? Lalu ketika istrinya "membantuku" untuk menyelesaikan semuanya, ia juga tidak ada kabar berita? Padahal sudah kucari seakan sampai ke ujung dunia. Apakah itu sudah merupakan kesepakatan mereka berdua?
Akhirnya, aku merasa pencarianku sia-sia. Ia kucari sampai ke ujung mimpi. Kubatin, kupanggil, kunanti, dengan seluruh pengharapan dan kerinduan. Tetapi ruang hampa yang kudapati. Sehingga, kuputuskan untuk bersahabat saja dengan rasa benci dan rasa sakit. Mungkin akan menjadi lebih ramah dan menyenangkan. Ternyata benar. Membenci lebih mudah daripada memaafkan. Sakit lebih nikmat daripada pengharapan. Jadilah rasa benci dan sakit yang kusimpan untuk Prihadi.
Malam demi malam, kusumpahi kandungan perempuan yang nyaris sempurna itu. Aku tidak rela menggenapi kesempurnaannya sebagai seorang perempuan dengan seorang anak, sementara ia menyuruh dokter untuk menyendok dengan mudah sebiji kacang hijau kecil di dalam rahimku. Biarkan ia juga menikmati sepi yang sama seperti sepi yang dibelikannya untukku.
Sejak malam itu, malam-malam Nina juga menjadi sibuk. Nina menjadi sangat menyukai malam seperti aku. Setiap malam, ia mengirimkan rasa sakit yang dirasakannya kepada Bayu. ***
Cerpen Lan Fang
Ini sudah hari ke empat Nina kelihatan murung. Kian hari wajahnya semakin mendung dengan mata nanar dan bisu. Kerjanya setiap hari bangun dengan masai lalu duduk termenung.
Sebetulnya itu bukan urusanku. Karena Nina bukan siapa-siapaku. Ia hanya menyewa sebuah kamar di rumahku. Ia tinggal bersamaku baru dua bulan ini. Tetapi entah kenapa aku langsung menyukainya.
Rumahku tidak terlalu besar. Juga tidak terlalu bagus. Sederhana saja. Rumahku berada di kampung yang dindingnya rapat dengan tembok rumah sebelah. Ada tiga kamar kosong. Tetapi aku tinggal sendirian. Karenanya aku menyewakan kamar-kamar kosong itu untuk menunjang hidupku di samping aku membuka sebuah warung kelontongan kecil di depan rumah.
Penghuni kamar pertama adalah Anita. Ia cantik dan selalu wangi karena ia bekerja sebagai seorang beauty advisor kosmetik terkenal di counter kosmetik sebuah plaza megah. Anita supel, periang dan pandai berdandan.
Kamar kedua dipakai oleh Tina. Ia juga cantik. Katanya ia bekerja di sebuah restaurant. Tetapi yang mengantarnya pulang selalu bukan laki-laki yang sama. Kepulan rokok mild juga tidak pernah lepas dari bibirnya yang seksi.
Tetapi aku bukan tipe pemilik kost yang rese’. Mereka kuberi kunci pintu supaya bila pulang larut malam tidak perlu mengetuk-ngetuk pintu dan membuatku terganggu. Aku tidak terlalu pusing dengan apa pun yang mereka kerjakan. Toh mereka selalu membayar uang kost tepat waktu. Bukan itu saja, menurutku, mereka cukup baik. Mereka hormat dan sopan kepadaku. Apa pun yang mereka lakoni, tidak bisa membuatku memberikan stempel bahwa mereka bukan perempuan baik-baik.
Nina datang dua bulan yang lalu dan menempati kamar ketiga. Kutaksir usianya belum mencapai tiga puluh tahun. Paling-paling hanya terpaut dua tiga tahun di bawahku. Ia tidak secantik Anita dan Tina, tetapi ia manis dan menarik dengan matanya yang selalu beriak dan senyumnya yang tulus. Ia rapi. Bukan saja kamarnya yang selalu tertata, tetapi kata-katanya pun halus dan terjaga. Ia membuatku teringat kepada seorang perempuan yang nyaris sempurna. Perempuan di masa lampau yang…ah…aku luka bila mengingatnya.
Oh ya, Nina juga tidak pernah keluar malam. Ia lebih banyak berada di rumah, bahkan ia tidak segan-segan membantuku menjaga warung. Kalaupun ia keluar rumah, ia akan keluar untuk tiga sampai empat hari setelah menerima telepon dari seseorang laki-laki. Laki-laki yang sama.
Bukan masalah kemurungannya saja yang aneh bagiku. Tetapi sudah dua minggu terakhir Nina tidak pernah keluar rumah. Bahkan tidak menerima atau menelepon sama sekali. Yang tampak olehku hanyalah kegelisahan yang menyobek pandangannya. Dan puncaknya adalah empat hari terakhir ini.
"Nina, ada apa? Beberapa hari ini kamu kelihatan murung…," aku tidak bisa mengerem lidahku untuk bertanya, ketika kami hanya berdua saja di rumah. Warung sudah tutup pukul sepuluh malam. Anita dan Tina belum pulang. Tetapi Nina kulihat masih termangu dengan mata kosong.
Ia menoleh dengan lesu setelah sepersekian menit diam seakan-akan tidak mendengarkan apa yang aku tanyakan. Kemurungan tampak menggunung di matanya yang selalu beriak. Tetapi ia cuma menggeleng.
"Apa yang sekiranya bisa Mbak bantu?" aku tidak peduli andai ia menganggapku rese’.
Lagi-lagi hanya gelengan. Ia masih duduk seperti arca membatu. Tapi mampu kubaca pikirannya gentayangan. Rohnya tidak berada di tubuhnya. Entah ke mana mengejewantah.
Nina memang tidak pernah bercerita tentang dirinya, tentang orang tuanya, asalnya, sekolahnya, perasaannya, atau tentang laki-laki yang kerap meneleponnya. Aku sendiri juga tidak pernah menanyakannya. Mungkin ada hal-hal yang tidak ingin dia bagi kepada orang lain. Maka biarlah ia menyimpannya sendiri. Bukankah aku juga seperti itu?
Sepi terasa lindap, seakan menancapkan kuku-kukunya mengoyak angin yang terluka. Hening itu benar-benar ada di antara aku dan Nina. Aku merasa tersayat. Karena sunyi seperti ini sudah kusimpan lima tahun lamanya. Kenapa sekarang mendadak hadir kembali?
Lalu aku bangkit dari dudukku, mengambil satu seri kartu sebesar kartu domino. Tetapi yang tergambar bukan bulatan-bulatan merah. Tetapi berbagai macam bentuk berwarna hitam. Aku menyimpannya sudah lama. Sejak mataku selalu berembun, lalu embun itu menitik di ujung hati. Sejak sepi yang tanpa warna mulai mengakrabi aku. Sejak itulah aku mulai berbagi resah dengan kartu-kartu ini. Mereka banyak memberiku tahu tentang apa saja yang aku ingin tahu.
Anita dan Tina sering melihatku bermain dengan kartu-kartuku di tengah malam ketika mereka pulang. Sejak melihatku bermain dengan kartu-kartu ini, mereka juga sering ikut bermain. Ada saja yang mereka ceritakan padaku melalui kartu-kartu ini. Jualan yang sepi, para langganan yang pelit memberikan tips sampai kepada pacar-pacar mereka yang datang dan pergi.
Aku menyulut sebatang dupa India. Aromanya semerbak langsung memenuhi ruangan. Aku suka. Setidaknya mengusir hampa yang sejak tadi mengambang di udara. Kukocok setumpuk kartu itu di tanganku. Kuletakkan di atas meja di depan Nina.
"Mari, temani Mbak bermain kartu. Ambillah satu…," ujarku.
Mata Nina memandangku. Bibirnya tetap rapat. Tetapi matanya mulai berembun. Dengan sebuah gerakan lamban tanpa semangat ia mengambil sebuah kartu. Lalu membukanya.
"Ah! Hatimu sedang kacau, sedih, kecewa, tidak menentu. Kau terluka," gumamku ketika melihat kartu yang dibukanya.
Seperti aku dulu…, aku melindas gelinjang rasa yang sudah lama kupendam.
Aku mulai membuka kartu-kartu berikutnya. "Kau sedang memikirkan seseorang,…ah bukan…kau merindukannya…penantian… jalan panjang…menunggu…kau menunggu seorang laki-laki?"
"Ya," suaranya gamang terdengar seperti datang dari dunia lain.
Kuteruskan membuka kartu-kartu itu. "Menunggu… halangan… perempuan…dia beristri?" kutanya ketika tampak olehku gambaran seorang perempuan di atas kartu itu.
"Ya," kali ini suaranya seperti cermin retak berderak. Ia luka sampai seperti sekarat.
Kurasakan derak-derak itu sampai menembus batinku. Kenapa seperti yang pernah kurasakan lima tahun lalu?
"Kamu mencintainya, Nina?"
"Amat sangat!" kali ini ia menjawab cepat.
Kuhela napas panjang. Kubiarkan kartu-kartu berserakan di antara aku dan Nina. Kulihat jantungnya seperti bulan tertusuk ilalang.
"Tetapi ia mengecewakanku, Mbak. Ia mengkhianati aku." Ia tidak mampu lagi menyembunyikan suara gemeretak hatinya yang bagaikan bunyi tembikar terbakar.
"Ia mengkhianati kamu? Bukannya ia yang mengkhianati istrinya? Bukankah ia sudah beristri?" aku bertanya, berpura-pura bodoh karena berusaha menyingkirkan masa lalu yang mulai menggigiti sanubariku. Perih itu masih terasa.
"Ya. Dia beristri. Tapi istrinya jahat sekali. Ia ingin meninggalkannya. Ia mencintaiku. Kami punya rencana masa depan," jawabnya naïf dan lugu.
Astaga! Seperti itukah diriku lima tahun silam? Aku benar-benar seperti melihat cermin diriku.
Kepulan asap dupa melemparku ke kepulan asap lain yang sama pekatnya lima tahun yang lalu. Aku berada di dalam kepulan-kepulan asap rokok tebal dari mulut para lelaki berduit yang kutemani duduk-duduk, minum, sampai ke kamar tidur. Para lelaki yang mabuk kepayang karena kecantikanku sebagai primadona di sebuah wisma di kompleks hiburan malam. Para lelaki kedinginan yang butuh kehangatan. Para lelaki kesepian yang butuh pelukan. Para lelaki yang tidak tahu lagi ke mana bisa menghamburkan uang mereka yang berlebihan.
"Istrinya jahat bagaimana? Namanya istri ya wajar saja dia tidak suka kalau suaminya berhubungan dengan perempuan lain," sahutku enteng atau tepatnya aku sudah terbiasa untuk "mengenteng-entengkan" jawaban yang ujung-ujungnya akan membuatku terluka. "Yang salah, ya suaminya. Sudah beristri kok masih bermain api. Tetapi namanya laki-laki ya begitu…," sambungku pelan.
Laki-laki memang begitu, desahku. Laki-laki memang suka bermain api. Laki-laki memang suka mendua. Seperti para lelaki yang datang dan pergi di atas ranjangku. Mereka terbakar hangus gairah memberangus, haus sampai dengus-dengus napas terakhir. Lalu mereka pergi setelah sumpalkan segepok uang di belahan dadaku.
"Tetapi Bayu tidak seperti itu!" sergah Nina cepat. "Bayu mencintaiku, Mbak! Ia tidak akan meninggalkanku."
Ya! Prihadi juga tidak seperti laki-laki lain. Ia juga mencintaiku. Prihadi tidak seperti laki-laki lain yang meniduriku dengan kasar. Ia bahkan sangat lemah lembut untuk ukuran "membeli" kehangatan dari seorang perempuan seperti aku. Karena Prihadi, maka aku tidak mau menerima tamu yang lain. Ia menginginkan aku hanya untuknya, maka ia membeli dan menebusku dari induk semangku. Lalu ia membawaku keluar dari wisma itu dan membelikan aku sebuah rumah kecil. Ia pahlawan bagiku. Ia tidak meninggalkanku. Bahkan memberikan benih kehidupan baru yang tumbuh di dalam tubuhku. Aku bahagia sekali. Tetapi kemudian aku memutuskan untuk meninggalkannya.
Kuputuskan untuk meninggalkan Prihadi ketika istrinya datang menemuiku dengan begitu anggun dan berwibawa. Berhadapan dengan perempuan yang begitu berkilau, tinggi, langsing dengan kulit kuning, ayu dengan wajah priyayi, tutur katanya lemah lembut, membuatku benar-benar merasa rendah dan tidak ada artinya. Ia sama sekali tidak menghardik atau mencaci-makiku. Ia sungguh nyaris sempurna untuk ukuran seorang perempuan, kecuali…belum bisa memberikan anak untuk Prihadi!
"Kamu Ningsih? Aku istri Prihadi. Namaku Indah."
Oh, ia sungguh-sungguh seindah namanya.
"Aku tahu hubunganmu dengan suamiku," ujarnya dengan menekankan benar-benar kata "suamiku" itu. "Dan aku tahu kamu pasti perempuan baik-baik," lagi-lagi ia memberikan tekanan dalam kepada kata-kata "perempuan baik-baik" yang jelas-jelas ditujukannya kepadaku. "Sebagai perempuan baik-baik, kamu seharusnya tidak menjalin hubungan dengan laki-laki yang sudah beristri…dengan alasan apa pun," kali ini ia menekankan setiap kata-katanya sehingga membakat wajahku terasa panas.
"Nina, sebagai perempuan baik-baik, seharusnya kamu tidak berhubungan dengan laki-laki yang sudah beristri…dengan alasan apa pun…," aku mengulangi kalimat yang kusimpan lima tahun yang lalu untuk Nina. Sebetulnya itu klise, bukan? Hanya sekadar untuk menutupi gundah gulanaku yang entah kenapa merayapi seluruh permukaan batinku.
"Tetapi, Mbak, Bayu mencintaiku…," Nina menjawab. Jawaban itu juga yang kuberikan lima tahun yang lalu kepada perempuan yang nyaris sempurna itu.
Tetapi ketika itu, ia justru memberikan senyum manisnya. Ia benar-benar tanpa ekspresi marah. "Laki-laki biasa seperti itu. Tetapi kamu kan perempuan baik-baik. Walaupun Prihadi menggoda, mengejar dan mencintaimu, tetapi bukankah sudah sepantasnya kamu menolaknya? Kamu kan tahu kalau dia sudah beristri?" lagi-lagi ia membuatku pias.
Aku berusaha mem-photocopy kata-kata usang itu untuk Nina.
"Tetapi aku juga mencintai Bayu," ia melenguh getir.
Kurasakan getir yang sama ketika aku memberikan jawaban itu pula kepada istri Prihadi. Bahkan waktu itu aku masih memberikan tambahan jawaban. "Aku mengandung anak Prihadi…." Kuharap dengan jawabanku itu ia tidak akan mengusik perasaanku dengan kata-katanya yang lemah lembut tetapi terasa menampar-nampar.
"Baiklah, aku mengerti kalau kamu mencintai Prihadi," ia tertawa pelan tetapi sungguh terasa kian menusuk-nusuk.
Astaga! Ia tertawa! Terbuat dari apakah perempuan ini?
"Kalau kau mencintai seseorang, maka kau akan melakukan apa saja yang akan membuatnya bahagia kan?" Ia pandai sekali bermain kalimat. Sebentar kalimat pernyataan, sebentar kalimat tanya. Tetapi tidak ada satu pun dari kalimatnya yang membakatku merasa nyaman.
Hei! Konyol benar! Sudah syukur-syukur ia tidak memaki-makimu…, cetus batinku.
"Ya, aku akan melakukan apa saja untuk membuat Prihadi berbahagia."
"Nah, kau tahu kalau Prihadi adalah tokoh masyarakat yang cukup terkenal dan disegani di kota ini, kan? Ia memiliki kedudukan, kekayaan, karisma, dan nama baik. Apakah bisa kau bayangkan bagaimana reputasi Prihadi kalau sampai terbongkar mempunyai hubungan dengan perempuan lain…dan bahkan mempunyai anak di luar nikah?"
Oh…ia mempunyai tata bahasa yang sempurna! Ia sama sekali tidak menggunakan kata-kata kasar. Ia memakai istilah "mempunyai hubungan dengan perempuan lain", ia tidak mengatakan "mempunyai simpanan bekas pelacur", ia mengatakan "anak di luar nikah", ia tidak mengucapkan "anak haram". Apakah itu berarti ia menghargaiku? Tetapi kenapa aku justru tidak merasa dihargai? Aku justru merasa dipermalukan. Ataukah memang pantas aku dipermalukan?
"Bagaimana? Apakah situasi itu akan baik untuk Prihadi?"
"Tidak," aku tidak mempunyai pilihan lain kecuali kata-kata itu.
Ia tertawa pelan tetapi kali ini benar-benar seperti tawa seorang algojo yang berhasil memengal kepala seorang tawanan yang sama sekali tidak melawan.
"Lalu bagaimana caramu untuk membuat Prihadi bahagia? Kamu tidak mau merusak semua yang sudah dimiliki Prihadi, kan?" Ia benar-benar algojo yang sempurna. Ia memenggal kepalaku tanpa rasa sakit sedikit pun.
Tinggal aku yang menggelepar, terkapar, tanpa pernah merasa sekarat meregang nyawa.
"Kalau kamu mencintai Prihadi, tinggalkan dia, gugurkan kandunganmu. Kamu pergi jauh dan memulai kehidupan baru. Aku akan membantumu. Kamu cantik sekali, Ningsih. Aku yakin, tidak akan sulit bagimu untuk mencari laki-laki baik yang belum beristri," ia menutup eksekusinya dengan kata-kata pelan tetapi penuh tekanan. "Jelas? Kuharap kamu cukup pandai untuk bisa mengerti semuanya," tandasnya.
Lalu tidak banyak yang bisa kubantah ketika ia "membantuku" menyelesaikan semuanya. Ia melakukan transaksi jual beli atas rumah yang kutempati. Ia menggantinya dengan sejumlah uang yang lebih dari cukup. Ia mengantarku ke dokter dan membayar semua ongkos "mengeluarkan" calon kehidupan yang bersemayam di tubuhku. Ia membelikan aku tiket pesawat. Ia mengantarku sampai ke bandara. Ia memeluk dan mencium pipiku, lalu berbisik, "Selamat menempuh hidup baru, Ningsih. Tolong, jangan ganggu kehidupan Prihadi. Terima kasih atas pengertianmu. Kamu memang perempuan yang baik…"
Oh! Ia benar-benar perempuan yang sempurna!
Sampai pesawatku tinggal landas, aku tidak bisa menitikkan air mata sama sekali. Apa yang perlu kutangisi? Perempuan itu tidak memaki atau menghinaku. Bahkan ia "membantuku" dan memberiku banyak uang untuk memulai kehidupan baru di kota yang jauh dari mereka. Terasa jutaan sembilu menikam-nikam. Hatiku terasa sakit tetapi mataku hanya bisa mengembun.
Sejak itu, aku berteman dengan kartu-kartu ini. Kartu-kartu ini pemberian induk semangku. Aku belajar dari dia membaca kartu-kartu ini. Dahulu, dari kartu-kartu ini, aku tahu apakah aku akan mendapat banyak tamu atau tidak? Apakah Prihadi akan datang atau tidak.
Ah, kutepis nama itu cepat-cepat.
Aku melanjutkan jalannya kartu-kartu yang masih berserakan di atas meja. Aku tidak mau mengingat masa lalu yang sudah sekian lama kukubur. Aku tidak mau menoleh ke belakang karena sangat menyakitkan. Toh, dengan uang yang kubawa, aku bisa membangun kehidupan baru, membeli rumah ini, membuka warung kecil, menerima kos-kosan, bertemu Nina…
"Halangan…rintangan…rindu…ah…ia tidak mempunyai uang!" Aku berusaha mengalihkan rasa lukaku dengan membaca kartu-kartu Nina. Lagi-lagi ramalan itu yang kubaca dari kartu-kartu yang bertebaran. "Bingung…perempuan…halangan…Ia merindukanmu juga. Tetapi ia bingung bagaimana harus menghadapi istrinya," cetusku.
Nina tertawa sumbang. "Bayu memang tidak punya uang. Istrinya yang kaya. Istrinya yang memegang kendali perusahaan. Istrinya sudah mengetahui hubungan kami. Dia lalu mengusirnya keluar dari perusahaan. Sekarang ia menghindar dariku, Mbak! Ia lebih mencintai kekayaan istrinya daripada perasaanku!"
"Bayu mengecewakanku, Mbak," sentaknya. Kali ini embun-embun di matanya berguguran menjadi rintik hujan. Mengalir deras menganak di lekuk-lekuk pipinya. "Bayu menipu hatiku, Mbak! Ia takut tidak bisa hidup kaya bila pergi bersamaku. Aku benci padanya!" Hujan itu sudah menjadi badai. Riuh rendah bergemuruh seakan puting beliung yang akan merubuhkan apa saja. Lara berkubang seperti seonggok daun-daun gugur di matanya yang tersayat.
"Apa yang kau inginkan darinya?"
"Aku ingin dia sakit…sesakit yang kurasakan!"
Aku tercenung. Sesakit itu pula yang pernah kurasakan. Betapa rasa benci itu melebihi rasa sakit. Aku juga benci setengah mati kepada Prihadi. Kenapa ia tidak mencariku kalau ia mencintaiku? Kenapa sejak istrinya yang begitu sempurna itu menemuiku, ia juga tidak pernah muncul? Lalu ketika istrinya "membantuku" untuk menyelesaikan semuanya, ia juga tidak ada kabar berita? Padahal sudah kucari seakan sampai ke ujung dunia. Apakah itu sudah merupakan kesepakatan mereka berdua?
Akhirnya, aku merasa pencarianku sia-sia. Ia kucari sampai ke ujung mimpi. Kubatin, kupanggil, kunanti, dengan seluruh pengharapan dan kerinduan. Tetapi ruang hampa yang kudapati. Sehingga, kuputuskan untuk bersahabat saja dengan rasa benci dan rasa sakit. Mungkin akan menjadi lebih ramah dan menyenangkan. Ternyata benar. Membenci lebih mudah daripada memaafkan. Sakit lebih nikmat daripada pengharapan. Jadilah rasa benci dan sakit yang kusimpan untuk Prihadi.
Malam demi malam, kusumpahi kandungan perempuan yang nyaris sempurna itu. Aku tidak rela menggenapi kesempurnaannya sebagai seorang perempuan dengan seorang anak, sementara ia menyuruh dokter untuk menyendok dengan mudah sebiji kacang hijau kecil di dalam rahimku. Biarkan ia juga menikmati sepi yang sama seperti sepi yang dibelikannya untukku.
Sejak malam itu, malam-malam Nina juga menjadi sibuk. Nina menjadi sangat menyukai malam seperti aku. Setiap malam, ia mengirimkan rasa sakit yang dirasakannya kepada Bayu. ***
y Allah, kuatkan hambamu ini!!!!!!!!!! Hamba benar-benar tidak sanggup dengan se mua ini.....
Jumat, 13 Mei 2011
unich
Bayern Munich menempatkan satu kakinya di delapan besar Liga Champions saat menempatkan lima gol ke gawang Sporting Lisbon di ibukota Portugal itu.
Tim asuhan Jurgen Klinsmann itu tampak memilih untuk bertahan di awal pertandingan, namun setelah gol Franck Ribery pada menit ke-41, tim tuan rumah yang tampil untuk pertama kalinya di 16 besar gagal memberikan perlawanan berarti.
Babak Pertama
Babak Kedua
Miroslav Klose, penalti dari Ribery, dan dua gol Luca Toni dalam enam menit terakhir seakan tak memberikan peluang bagi Sporting untuk lolos ke perempat-final akibat kalah telak 5-0.
Lihat cuplikan pertandingannya..
AddThis
Posted by spiritofjava Friday, February 27, 2009 at 8:18 AM 0 comments Labels: Bayern Munich, Liga Champions, Sporting Lisbon
Lyon 1-1 Barcelona
Bermain agresif sejak menit pertama, Olympique Lyonnais mampu merepotkan barisan pertahanan Barca. Mereka bahkan lebih dulu unggul melalui Juninho pada menit ke-7 lewat tendangan bebas andalannya.
Karim Benzema nyaris menambah keunggulan timnya, tapi tembakannya masih melenceng di samping gawang Valdes. Hal serupa dilakukan Makoun yang tembakannya juga masih melenceng tipis dari gawang Barca.
Barca mulai bangkit di pertengahan babak pertama. Sejumlah peluang melalui Dani Alves dan Messi masih belum menemui sasaran.
Di babak kedua, Juninho kembali nyaris membuat gol melalui free-kick, tapi masih bisa diselamatkan Valdes. Tim tamu akhirnya bisa menyamakan skor di menit ke-66. Thierry Henry berhasil menyundul masuk umpan dari Gerard Pique untuk menjebol gawang Lloris. Skor akhir tetap 1-1.
Susunan pemain
Lyon: Lloris; Boumsong, Cris, Grosso, Mensah, Toulalan, Makoun, Juninho/Kallstrom (79), Ederson/Delgado (65), Benzema, A. Keita
Barcelona: Valdes; Marquez, Pique, Puyol, D. Alves, Y. Toure, Busquets/S. Keita (77), Xavi, Henry, Eto'o, Messi
Lihat cuplikan pertandingannya..
Posted by spiritofjava Wednesday, February 25, 2009 at 10:13 AM 0 comments Labels: Barcelona, Liga Champions, Lyon
Atletico Madrid 2-2 FC Porto
Bertanding di stadion Vicente Calderon, Atletico tidak mampu memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri. Dua kali mereka unggul dan dua kali juga mampu disamakan tim tamu.
Atletico sudah unggul di menit ke-4 melalui Maxi Rodriguez. Keunggulan mereka ternyata tidak bertahan lama. Lisandro mampu menyamakan skor di menit ke-22.
Diego Forlan membuat Atletico kembali unggul lewat golnya di menit ke-45, beberapa detik sebelum babak pertama berakhir.
Lisandro kembali menghadirkan mimpi buruk bagi tim dan pendukung tuan rumah. Ia kembali menyamakan skor di menit ke-72. Porto pun berhasil menahan imbang Atletico.
Susunan pemain
Atletico: Franco; Ujfalusi, Ibanez, Lopez, Seitaridis, Assuncao, R. Garcia/Maniche (68), Simao, Rodriguez/Miguel (80), Aguero/Sinama-Pongolle (57), Forlan
Porto: Helton; B.Alves, Rolando, Cissokho, Sapunaru/Emanuel (80), Fernando, Meireles/Costa (90), Gonzales, Rodriguez, Hulk, Lopez/Sektioui (90)
Lihat cuplikan pertandingannya..
Posted by spiritofjava at 10:10 AM 0 comments Labels: Atletico Madrid, Liga Champions, Porto
Arsenal FC 1 - 0 AS Roma
Bermain di kandang sendiri, Rabu (25/2) dinihari WIB, Arsenal mencatat kemenangan 1-0 atas AS Roma di putaran pertama babak 16 besar Liga Champions.
The Gunners sudah menggebrak sejak awal babak pertama. Seperti biasa, mereka mengalirkan bola dari kaki ke kaki untuk menembus daerah pertahanan lawan. Beberapa peluang diperoleh Samir Nasri dan Nicklas Bendtner masih melenceng dari gawang Roma.
Gol baru tercipta di menit ke-37, setelah Mexes melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti. Van Persie yang mengambil tendangan penalti, berhasil mengecoh kiper Doni untuk membuat tuan rumah unggul.
Tim asuhan Arsene Wenger itu masih memiliki beberapa kesempatan untuk menambah gol. Tapi lagi-lagi penyelesaian yang kurang sempurna dari Bendtner dan Eboue serta kecemerlangan Doni membuat Arsenal tak mampu menambah keunggulan.
Babak Pertama
Babak Kedua
Roma yang hanya sesekali menyerang juga tidak mampu menjebol gawang Almunia. Totti dan Baptista kerap kesulitan melakukan penetrasi di daerah pertahanan Arsenal. Skor akhir tetap 1-0 buat Arsenal.
Susunan pemain
Arsenal: Almunia; Gallas, Toure, Clichy, Sagna, Diaby/Song (62), Denilson, Nasri, Eboue/Ramsey (82), Van Persie, Bendtner/Vela (67)
Roma: Doni; Mexes, Loria/Diamoutene (71), De Rossi, Riise, Motta, Perrotta, Brighi/Pizarro (57), Taddei, Totti, Baptista/Vucinic (82)
Lihat cuplikan pertandingannya..
Posted by spiritofjava at 10:07 AM 0 comments Labels: Arsenal, AS Roma, Liga Champions
Inter Milan 0 - 0 Manchester United
Pertemuan kembali Jose Mourinho dan Sir Alex Ferguson di putaran pertama babak 16 besar liga Champions ternyata tidak berujung pada kemenangan salah satu tim. Upaya Inter untuk mengalahkan United belum bisa diwujudkan. Meski bermain di kandang sendiri di San Siro, Rabu (25/2) dinihari WIB, Inter harus puas bermain imbang tanpa gol.
United bahkan lebih mendominasi pertandingan dan menciptakan beberapa peluang emas. Sundulan Cristiano Ronaldo dan tendangan Ryan Giggs nyaris membuahkan bagi tim tamu di babak pertama.
Tim asuhan Jose Mourinho itu baru menampilkan permainan menyerang di babak kedua. Zlatan Ibrahimovic dan Adriano silih berganti mengancam gawang van der Sar, tapi belum berhasil menemui sasaran.
Babak Pertama
Babak Kedua
Meski tidak diperkuat Nemanja Vidic, Gary Neville dan Wes Brown di lini belakang, Inter tidak mampu memanfaatkannya dan tampil kurang impresif terutama di babak pertama.
Menjelang pertandingan berakhir, Ronaldo kembali nyaris membuat gol. Tapi tendangan bebasnya yang keras belum mampu menembus gawang Julio Cesar.
Susunan pemain
Inter: Julio Cesar; Chivu, Rivas/Cordoba (46), Cambiasso, Santon, Maicon, Stankovic, Muntari/Cruz (76), Zanetti, Adriano/Balotelli (77), Ibrahimovic
Man United: Van der Sar; Evans, R. Ferdinand, Evra, O'Shea, Carrick, Fletcher, Ji-Sung/Rooney (83), Ronaldo, Berbatov, Giggs
Lihat cuplikan pertandingannya..
Posted by spiritofjava at 10:01 AM 0 comments Labels: Inter Milan, Liga Champions, Manchester Utd
Palermo 0 - 2 Juventus
Juventus mengakhiri mimpi buruk di Renzo Barbera, dengan mengalahkan tuan rumah Palermo dua gol tanpa balas.
Mohamed Sissoko membuka skor menit ke-27. David Trezeguet (foto) menggandakan keunggulan menit ke-79. Palermo gagal mencetak hat-trick, kali ketiga berturutan mengalahkan Juventus, meski memperoleh banyak peluang mencetak gol lewat Edison Cavani, Mark Bresciano, Fabrizio Miccoli, dan Fabio Simplicio, di babak pertama dan kedua.
Hasil ini membuat Bianconeri tetap di peringkat kedua klasemen sementara dengan selisih sembilan angka di bawah Inter Milan. Juve kini mengoleksi 50 angka. Sedangkan bagi Palermo, kekalahan ini membuatnya gagal mendekati zona Piala UEFA.
Claudio Ranieri mengistirahatkan Alessandor Del Piero dan Amauri Carvalho untuk laga Liga Champions. Sebagai gantinya, ia menurunkan David Trezeguet dan Vicenzo Iaquinta di lini depan. Di belakang keduanya, Mauro German Camoranesi dan Pavel Nedved, beroperasi sebagai pembuka pertahanan lawan.
Palermo bermain agresif sejak menit pertama. Fabricio Miccoli mendapat dua pelaung dalam empat menit pertama. Menit berikutnya Fabrizio Simplicio melepas tandukan yang diselamatkan Gianluigi Buffon. Juve baru mendapat peluang menit keenem lewat David Trezeguet.
Sampai menit ke-25, kedua tim silih berganti mendapatkan peluang membuat gol tapi tidak ada yang termanfaatkan. Memasuki menit ke-27, Iaquinta melakukan fast break yang diakhiri dengan umpan ke arah Sissoko, pemain asal Mali itu tidak memanfaatkannya menjadi gol dengan tembakan kaki kanan akurat.
Tertinggal satu gol, Palermo meningkatkan tekanan. Edison Cavani memperoleh beberapa peluang lagi, tapi selalu bisa dikandaskan pemain belakang Juve. Bianconeri juga memperoleh peluang yang gagal dimanfaatkan Nedved dan Iaquinta.
Juve seolah bertanding di kandang sendiri. Mereka memiliki ribuan penggemar di Pulau Sisilia, dan sebagian dari mereka memadati beberapa tribun Renzo Barbera.
Di babak kedua, Palermo lebih menguasai laga, dengan Antonio Nocerino, Miccoli, dan Cavani, kembali memperoleh peluang mencetak gol. Di kubu Juventus, Amauri -- yang masuk menggantikan Iaquinta -- memiliki satu peluang mencetak gol ke gawang klub yang membesarkannya di menit ke-75.
Empat menit kemudian Amauri mengirim umpan ke David Trezeguet, yang diselesaikan penyerang asal Prancis itu dengan tembakan kaki kiri untuk menjadi gol.
Fans tuan rumah mulai kecewa, meninggalkan stadion. Fans Juventus, yang kebanyakan warga kota-kota kecil dari Pulau Sisilia, terus berpesta dan menyemangati timnya.
Palermo masih terus menyerang, dan mendapatkan peluang, tapi tidak ada yang menjadi gol balasan.
Palermo: Marco Amelia, Cesare Bovo/Giovanni Tedesco, Simon Kjaer, Fabio Liverani, Federico Balzaretti, Mattia Cassani, Fabio Simplicio, Mark Bresciano, Antonio Nocerino/Davide Succi, Fabrizio Miccoli, Edison Cavani
Juventus: Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini, Nicola Legrottaglie, Christian Molinaro, Zdenek Grygera, Tiago, Mohamed Sissoko/Christian Poulsen, Pavel Nedved, Mauro German Camoranesi/Marco Marchionni, David Trezeguet, Vincenzo Iaquinta/Carvalho De Oliveira Amauri.
Lihat cuplikan pertandingannya..
Posted by spiritofjava Saturday, February 21, 2009 at 11:52 PM 0 comments Labels: Juventus, Palermo, Serie A Italia
Real Madrid 6 - 1 Real Betis
Real Madrid memperpendek lagi selisih angkanya dengan Barcelona, setelah tampil luar biasa untuk membantai Real Betis 6-1 di Santiago Bernabeu.
Madrid kini hanya berselisih tujuh angka dengan Barcelona, yang pada saat sama di luar dugaan dikalahkan Espanyol 2-1 di Nou Camp. Sedangkan Real Betis masih di peringkat 15.
Los Blancos unggul tiga gol sampai menit ke-25. Gonzalo Higuain membuka skor menit ketujuh. Klaas Jan Huntelaar (foto) memborong dua gol, menit ke-15 dan 24.
Ricardo Oliveira sempat memperkecil ketinggal Real Betis lewat golnya menit ke-30. Namun semenit kemudian Raul memperbesar lagi keunggulan Madrid. Menit ke-42, Raul mencetak gol keduanya, dan memasuki injury time babak pertama Sergio Ramos memperbesar keunggulan tuan rumah menjadi 6-1.
Di babak kedua tidak ada gol tercipta. Pelatih Juande Ramos melakukan beberapa pergantian sebagai persiapan menghadapi Liga Champions.
Ia menarik keluar Higuain, dan memasukkan Wesley Sneijder. Raul digantikan Arjen Robben, dan Guti dipaksa bermain lebih ke belakang, untuk menggantikan Fabio Cannavaro.
Di kubu Betis, pelatih Paco Chapparo juga melakukan sejumlah pergantian sebagai upaya memperkecil kekalahan. Kali ini dia gagal, karena seluruh timnya telah kehilangan kepercayaan diri.
Betis yang bertanding di Santiago Bernabeu benar-benar berbeda dengan tim asuhan Chapparo yang memaksa Barcelona susah--payah mengakhiri laga dengan skor 2-2 pekan lalu.
Madrid seolah begitu perkasa di lapangan tengah, dengan ball possession mencapai 65 persen. Sedangkan pemain Betis terlalu sering melakukan kesalahan passing dan kehilangan posisi, yang menyebabkan mereka kesulitan menahan serangan Madrid.
Menariknya, bukan gol-gol Huntelaar, Raul, atau Higuain, yang membuat fans Los Blancos tenggelam dalam suka cita, tapi kabar dari Nou Camp menyebutkan Barcelona telah tertinggal dua gol sampai menit ke-60.
Kegembiraan mereka semakin menjadi-jadi, ketika laga berakhir Madrid tetap unggul 6-1 dan Barcelona gagal menghindari kekalahan pertama di kandangnya.
Real Madrid: Iker Casillas, Fabio Cannavaro/Guti, Pepe, Gabriel Heinze, Sergio Ramos, Lassana Diarra, Fernando Gago, Marcelo, Gonzalo Higuaín/Wesley Sneijder, Raúl/Arjen Robben, Klass Jan Huntelaar
Real Betis: Ricardo, Melli, Arzu/Juanma, Fernando Vega, Nélson, Mehmet Aurelio, Juande/Luciano Monzón, Ricardo Oliveira, Achille Emana/Alberto Rivera, Mark Gonzalez, Damia
Lihat cuplikan pertandingannya..
Posted by spiritofjava at 11:49 PM 0 comments Labels: Liga Spanyol, Real Betis, Real Madrid
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)
Klasemen Liga Inggris
Klub
Main
Nilai
Man. United
26
62
Liverpool
25
54
Chelsea
26
52
Aston Villa
26
51
Arsenal
26
45
Klasemen Liga Italia
Klub
Main
Nilai
Inter Milan
25
59
Juventus
24
47
AC Milan
24
45
AS Roma
25
43
Fiorentina
24
42
Klasemen Liga Spanyol
Klub
Main
Nilai
Barcelona
23
60
Real Madrid
23
50
Sevilla
23
41
Valencia
23
38
Villarreal
23
38
Blog Archive
* ▼ 2009 (40)
o ▼ February (40)
+ Sporting Lisbon 0 - 5 Bayern Munich
+ Lyon 1-1 Barcelona
+ Atletico Madrid 2-2 FC Porto
+ Arsenal FC 1 - 0 AS Roma
+ Inter Milan 0 - 0 Manchester United
+ Palermo 0 - 2 Juventus
+ Real Madrid 6 - 1 Real Betis
+ Barcelona 1 - 2 Espanyol
+ Stoke City 2-2 Portsmouth
+ Middlesbrough 0-0 Wigan
+ Manchester United 2-1 Blackburn Rovers
+ AS Roma 1 - 0 Siena
+ Arsenal 0-0 Sunderland
+ Bayern Munich 1-2 Cologne
+ Vfb Stuttgart 3-3 Hoffenheim
+ Bologna 1-2 Inter Milan
+ Aston Villa 0-1 Chelsea
+ Zenit St. Petersburg 2 - 1 VfB Stuttgart
+ Dynamo Kiev 1 - 1 Valencia CF
+ Aston Villa 1 - 1 CSKA Moscow
+ Werder Bremen 1 - 1 AC Milan
+ Manchester United 3 - 0 Fulham
+ Vitesse vs Ajax 4-1
+ Catania vs Juventus 1-2
+ Arsenal vs Tottenham Hotspurs 0-0
+ Sampdoria vs Siena 2-2
+ Udinese vs Bologna 1-0
+ AS Roma vs Genoa 3-0
+ Torino vs Chievo 1-1
+ West Ham vs Manchester Utd 0-1
+ Real Madrid vs Racing Santander 1 - 0
+ AC Milan vs Reggina 1 - 1
+ Lecce vs Inter Milan 0 - 3
+ Portsmouth vs Liverpool 2 - 3
+ Wigan Athletic vs Fulham 0 - 0
+ West Bromwich vs Newcastle United 2 - 3
+ Chelsea vs Hull City 0 - 0
+ Everton vs Bolton Wanderers 3 - 0
+ Blackburn Rovers vs Aston Villa 0 - 2
+ Manchester City vs Middlesbrough 1 - 0
Labels
* EPL Premier League (15)
* Serie A Italia (10)
* Liga Champions (5)
* Manchester Utd (4)
* UEFA Cup (4)
* AS Roma (3)
* Arsenal (3)
* Aston Villa (3)
* Inter Milan (3)
* Liga Spanyol (3)
* AC Milan (2)
* Barcelona (2)
* Bayern Munich (2)
* Blackburn Rovers (2)
* Bologna (2)
* Bundesliga Jerman (2)
* Chelsea (2)
* Fulham (2)
* Juventus (2)
* Middlesbrough (2)
* Portsmouth (2)
* Real Madrid (2)
* Siena (2)
* VfB Stuttgart (2)
* Wigan Athletic (2)
* Ajax (1)
* Atletico Madrid (1)
* Bolton Wanderers (1)
* CSKA Moscow (1)
* Catania (1)
* Chievo (1)
* Cologne (1)
* Dynamo Kiev (1)
* Eredivisie Belanda (1)
* Espanyol (1)
* Everton (1)
* Genoa (1)
* Hoffenheim (1)
* Hull City (1)
* Lecce (1)
* Liverpool (1)
* Lyon (1)
* Manchester City (1)
* Newcastle United (1)
* Palermo (1)
* Porto (1)
* Racing Santander (1)
* Real Betis (1)
* Reggina (1)
* Sampdoria (1)
* Sporting Lisbon (1)
* Stoke City (1)
* Sunderland (1)
* Torino (1)
* Tottenham Hotspurs (1)
* Udinese (1)
* Valencia (1)
* Vitesse (1)
* Werder Bremen (1)
* West Bromwich (1)
* West Ham (1)
* Zenit St. Petersburg (1)
free counters
Bayern Munich menempatkan satu kakinya di delapan besar Liga Champions saat menempatkan lima gol ke gawang Sporting Lisbon di ibukota Portugal itu.
Tim asuhan Jurgen Klinsmann itu tampak memilih untuk bertahan di awal pertandingan, namun setelah gol Franck Ribery pada menit ke-41, tim tuan rumah yang tampil untuk pertama kalinya di 16 besar gagal memberikan perlawanan berarti.
Babak Pertama
Babak Kedua
Miroslav Klose, penalti dari Ribery, dan dua gol Luca Toni dalam enam menit terakhir seakan tak memberikan peluang bagi Sporting untuk lolos ke perempat-final akibat kalah telak 5-0.
Lihat cuplikan pertandingannya..
AddThis
Posted by spiritofjava Friday, February 27, 2009 at 8:18 AM 0 comments Labels: Bayern Munich, Liga Champions, Sporting Lisbon
Lyon 1-1 Barcelona
Bermain agresif sejak menit pertama, Olympique Lyonnais mampu merepotkan barisan pertahanan Barca. Mereka bahkan lebih dulu unggul melalui Juninho pada menit ke-7 lewat tendangan bebas andalannya.
Karim Benzema nyaris menambah keunggulan timnya, tapi tembakannya masih melenceng di samping gawang Valdes. Hal serupa dilakukan Makoun yang tembakannya juga masih melenceng tipis dari gawang Barca.
Barca mulai bangkit di pertengahan babak pertama. Sejumlah peluang melalui Dani Alves dan Messi masih belum menemui sasaran.
Di babak kedua, Juninho kembali nyaris membuat gol melalui free-kick, tapi masih bisa diselamatkan Valdes. Tim tamu akhirnya bisa menyamakan skor di menit ke-66. Thierry Henry berhasil menyundul masuk umpan dari Gerard Pique untuk menjebol gawang Lloris. Skor akhir tetap 1-1.
Susunan pemain
Lyon: Lloris; Boumsong, Cris, Grosso, Mensah, Toulalan, Makoun, Juninho/Kallstrom (79), Ederson/Delgado (65), Benzema, A. Keita
Barcelona: Valdes; Marquez, Pique, Puyol, D. Alves, Y. Toure, Busquets/S. Keita (77), Xavi, Henry, Eto'o, Messi
Lihat cuplikan pertandingannya..
Posted by spiritofjava Wednesday, February 25, 2009 at 10:13 AM 0 comments Labels: Barcelona, Liga Champions, Lyon
Atletico Madrid 2-2 FC Porto
Bertanding di stadion Vicente Calderon, Atletico tidak mampu memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri. Dua kali mereka unggul dan dua kali juga mampu disamakan tim tamu.
Atletico sudah unggul di menit ke-4 melalui Maxi Rodriguez. Keunggulan mereka ternyata tidak bertahan lama. Lisandro mampu menyamakan skor di menit ke-22.
Diego Forlan membuat Atletico kembali unggul lewat golnya di menit ke-45, beberapa detik sebelum babak pertama berakhir.
Lisandro kembali menghadirkan mimpi buruk bagi tim dan pendukung tuan rumah. Ia kembali menyamakan skor di menit ke-72. Porto pun berhasil menahan imbang Atletico.
Susunan pemain
Atletico: Franco; Ujfalusi, Ibanez, Lopez, Seitaridis, Assuncao, R. Garcia/Maniche (68), Simao, Rodriguez/Miguel (80), Aguero/Sinama-Pongolle (57), Forlan
Porto: Helton; B.Alves, Rolando, Cissokho, Sapunaru/Emanuel (80), Fernando, Meireles/Costa (90), Gonzales, Rodriguez, Hulk, Lopez/Sektioui (90)
Lihat cuplikan pertandingannya..
Posted by spiritofjava at 10:10 AM 0 comments Labels: Atletico Madrid, Liga Champions, Porto
Arsenal FC 1 - 0 AS Roma
Bermain di kandang sendiri, Rabu (25/2) dinihari WIB, Arsenal mencatat kemenangan 1-0 atas AS Roma di putaran pertama babak 16 besar Liga Champions.
The Gunners sudah menggebrak sejak awal babak pertama. Seperti biasa, mereka mengalirkan bola dari kaki ke kaki untuk menembus daerah pertahanan lawan. Beberapa peluang diperoleh Samir Nasri dan Nicklas Bendtner masih melenceng dari gawang Roma.
Gol baru tercipta di menit ke-37, setelah Mexes melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti. Van Persie yang mengambil tendangan penalti, berhasil mengecoh kiper Doni untuk membuat tuan rumah unggul.
Tim asuhan Arsene Wenger itu masih memiliki beberapa kesempatan untuk menambah gol. Tapi lagi-lagi penyelesaian yang kurang sempurna dari Bendtner dan Eboue serta kecemerlangan Doni membuat Arsenal tak mampu menambah keunggulan.
Babak Pertama
Babak Kedua
Roma yang hanya sesekali menyerang juga tidak mampu menjebol gawang Almunia. Totti dan Baptista kerap kesulitan melakukan penetrasi di daerah pertahanan Arsenal. Skor akhir tetap 1-0 buat Arsenal.
Susunan pemain
Arsenal: Almunia; Gallas, Toure, Clichy, Sagna, Diaby/Song (62), Denilson, Nasri, Eboue/Ramsey (82), Van Persie, Bendtner/Vela (67)
Roma: Doni; Mexes, Loria/Diamoutene (71), De Rossi, Riise, Motta, Perrotta, Brighi/Pizarro (57), Taddei, Totti, Baptista/Vucinic (82)
Lihat cuplikan pertandingannya..
Posted by spiritofjava at 10:07 AM 0 comments Labels: Arsenal, AS Roma, Liga Champions
Inter Milan 0 - 0 Manchester United
Pertemuan kembali Jose Mourinho dan Sir Alex Ferguson di putaran pertama babak 16 besar liga Champions ternyata tidak berujung pada kemenangan salah satu tim. Upaya Inter untuk mengalahkan United belum bisa diwujudkan. Meski bermain di kandang sendiri di San Siro, Rabu (25/2) dinihari WIB, Inter harus puas bermain imbang tanpa gol.
United bahkan lebih mendominasi pertandingan dan menciptakan beberapa peluang emas. Sundulan Cristiano Ronaldo dan tendangan Ryan Giggs nyaris membuahkan bagi tim tamu di babak pertama.
Tim asuhan Jose Mourinho itu baru menampilkan permainan menyerang di babak kedua. Zlatan Ibrahimovic dan Adriano silih berganti mengancam gawang van der Sar, tapi belum berhasil menemui sasaran.
Babak Pertama
Babak Kedua
Meski tidak diperkuat Nemanja Vidic, Gary Neville dan Wes Brown di lini belakang, Inter tidak mampu memanfaatkannya dan tampil kurang impresif terutama di babak pertama.
Menjelang pertandingan berakhir, Ronaldo kembali nyaris membuat gol. Tapi tendangan bebasnya yang keras belum mampu menembus gawang Julio Cesar.
Susunan pemain
Inter: Julio Cesar; Chivu, Rivas/Cordoba (46), Cambiasso, Santon, Maicon, Stankovic, Muntari/Cruz (76), Zanetti, Adriano/Balotelli (77), Ibrahimovic
Man United: Van der Sar; Evans, R. Ferdinand, Evra, O'Shea, Carrick, Fletcher, Ji-Sung/Rooney (83), Ronaldo, Berbatov, Giggs
Lihat cuplikan pertandingannya..
Posted by spiritofjava at 10:01 AM 0 comments Labels: Inter Milan, Liga Champions, Manchester Utd
Palermo 0 - 2 Juventus
Juventus mengakhiri mimpi buruk di Renzo Barbera, dengan mengalahkan tuan rumah Palermo dua gol tanpa balas.
Mohamed Sissoko membuka skor menit ke-27. David Trezeguet (foto) menggandakan keunggulan menit ke-79. Palermo gagal mencetak hat-trick, kali ketiga berturutan mengalahkan Juventus, meski memperoleh banyak peluang mencetak gol lewat Edison Cavani, Mark Bresciano, Fabrizio Miccoli, dan Fabio Simplicio, di babak pertama dan kedua.
Hasil ini membuat Bianconeri tetap di peringkat kedua klasemen sementara dengan selisih sembilan angka di bawah Inter Milan. Juve kini mengoleksi 50 angka. Sedangkan bagi Palermo, kekalahan ini membuatnya gagal mendekati zona Piala UEFA.
Claudio Ranieri mengistirahatkan Alessandor Del Piero dan Amauri Carvalho untuk laga Liga Champions. Sebagai gantinya, ia menurunkan David Trezeguet dan Vicenzo Iaquinta di lini depan. Di belakang keduanya, Mauro German Camoranesi dan Pavel Nedved, beroperasi sebagai pembuka pertahanan lawan.
Palermo bermain agresif sejak menit pertama. Fabricio Miccoli mendapat dua pelaung dalam empat menit pertama. Menit berikutnya Fabrizio Simplicio melepas tandukan yang diselamatkan Gianluigi Buffon. Juve baru mendapat peluang menit keenem lewat David Trezeguet.
Sampai menit ke-25, kedua tim silih berganti mendapatkan peluang membuat gol tapi tidak ada yang termanfaatkan. Memasuki menit ke-27, Iaquinta melakukan fast break yang diakhiri dengan umpan ke arah Sissoko, pemain asal Mali itu tidak memanfaatkannya menjadi gol dengan tembakan kaki kanan akurat.
Tertinggal satu gol, Palermo meningkatkan tekanan. Edison Cavani memperoleh beberapa peluang lagi, tapi selalu bisa dikandaskan pemain belakang Juve. Bianconeri juga memperoleh peluang yang gagal dimanfaatkan Nedved dan Iaquinta.
Juve seolah bertanding di kandang sendiri. Mereka memiliki ribuan penggemar di Pulau Sisilia, dan sebagian dari mereka memadati beberapa tribun Renzo Barbera.
Di babak kedua, Palermo lebih menguasai laga, dengan Antonio Nocerino, Miccoli, dan Cavani, kembali memperoleh peluang mencetak gol. Di kubu Juventus, Amauri -- yang masuk menggantikan Iaquinta -- memiliki satu peluang mencetak gol ke gawang klub yang membesarkannya di menit ke-75.
Empat menit kemudian Amauri mengirim umpan ke David Trezeguet, yang diselesaikan penyerang asal Prancis itu dengan tembakan kaki kiri untuk menjadi gol.
Fans tuan rumah mulai kecewa, meninggalkan stadion. Fans Juventus, yang kebanyakan warga kota-kota kecil dari Pulau Sisilia, terus berpesta dan menyemangati timnya.
Palermo masih terus menyerang, dan mendapatkan peluang, tapi tidak ada yang menjadi gol balasan.
Palermo: Marco Amelia, Cesare Bovo/Giovanni Tedesco, Simon Kjaer, Fabio Liverani, Federico Balzaretti, Mattia Cassani, Fabio Simplicio, Mark Bresciano, Antonio Nocerino/Davide Succi, Fabrizio Miccoli, Edison Cavani
Juventus: Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini, Nicola Legrottaglie, Christian Molinaro, Zdenek Grygera, Tiago, Mohamed Sissoko/Christian Poulsen, Pavel Nedved, Mauro German Camoranesi/Marco Marchionni, David Trezeguet, Vincenzo Iaquinta/Carvalho De Oliveira Amauri.
Lihat cuplikan pertandingannya..
Posted by spiritofjava Saturday, February 21, 2009 at 11:52 PM 0 comments Labels: Juventus, Palermo, Serie A Italia
Real Madrid 6 - 1 Real Betis
Real Madrid memperpendek lagi selisih angkanya dengan Barcelona, setelah tampil luar biasa untuk membantai Real Betis 6-1 di Santiago Bernabeu.
Madrid kini hanya berselisih tujuh angka dengan Barcelona, yang pada saat sama di luar dugaan dikalahkan Espanyol 2-1 di Nou Camp. Sedangkan Real Betis masih di peringkat 15.
Los Blancos unggul tiga gol sampai menit ke-25. Gonzalo Higuain membuka skor menit ketujuh. Klaas Jan Huntelaar (foto) memborong dua gol, menit ke-15 dan 24.
Ricardo Oliveira sempat memperkecil ketinggal Real Betis lewat golnya menit ke-30. Namun semenit kemudian Raul memperbesar lagi keunggulan Madrid. Menit ke-42, Raul mencetak gol keduanya, dan memasuki injury time babak pertama Sergio Ramos memperbesar keunggulan tuan rumah menjadi 6-1.
Di babak kedua tidak ada gol tercipta. Pelatih Juande Ramos melakukan beberapa pergantian sebagai persiapan menghadapi Liga Champions.
Ia menarik keluar Higuain, dan memasukkan Wesley Sneijder. Raul digantikan Arjen Robben, dan Guti dipaksa bermain lebih ke belakang, untuk menggantikan Fabio Cannavaro.
Di kubu Betis, pelatih Paco Chapparo juga melakukan sejumlah pergantian sebagai upaya memperkecil kekalahan. Kali ini dia gagal, karena seluruh timnya telah kehilangan kepercayaan diri.
Betis yang bertanding di Santiago Bernabeu benar-benar berbeda dengan tim asuhan Chapparo yang memaksa Barcelona susah--payah mengakhiri laga dengan skor 2-2 pekan lalu.
Madrid seolah begitu perkasa di lapangan tengah, dengan ball possession mencapai 65 persen. Sedangkan pemain Betis terlalu sering melakukan kesalahan passing dan kehilangan posisi, yang menyebabkan mereka kesulitan menahan serangan Madrid.
Menariknya, bukan gol-gol Huntelaar, Raul, atau Higuain, yang membuat fans Los Blancos tenggelam dalam suka cita, tapi kabar dari Nou Camp menyebutkan Barcelona telah tertinggal dua gol sampai menit ke-60.
Kegembiraan mereka semakin menjadi-jadi, ketika laga berakhir Madrid tetap unggul 6-1 dan Barcelona gagal menghindari kekalahan pertama di kandangnya.
Real Madrid: Iker Casillas, Fabio Cannavaro/Guti, Pepe, Gabriel Heinze, Sergio Ramos, Lassana Diarra, Fernando Gago, Marcelo, Gonzalo Higuaín/Wesley Sneijder, Raúl/Arjen Robben, Klass Jan Huntelaar
Real Betis: Ricardo, Melli, Arzu/Juanma, Fernando Vega, Nélson, Mehmet Aurelio, Juande/Luciano Monzón, Ricardo Oliveira, Achille Emana/Alberto Rivera, Mark Gonzalez, Damia
Lihat cuplikan pertandingannya..
Posted by spiritofjava at 11:49 PM 0 comments Labels: Liga Spanyol, Real Betis, Real Madrid
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)
Klasemen Liga Inggris
Klub
Main
Nilai
Man. United
26
62
Liverpool
25
54
Chelsea
26
52
Aston Villa
26
51
Arsenal
26
45
Klasemen Liga Italia
Klub
Main
Nilai
Inter Milan
25
59
Juventus
24
47
AC Milan
24
45
AS Roma
25
43
Fiorentina
24
42
Klasemen Liga Spanyol
Klub
Main
Nilai
Barcelona
23
60
Real Madrid
23
50
Sevilla
23
41
Valencia
23
38
Villarreal
23
38
Blog Archive
* ▼ 2009 (40)
o ▼ February (40)
+ Sporting Lisbon 0 - 5 Bayern Munich
+ Lyon 1-1 Barcelona
+ Atletico Madrid 2-2 FC Porto
+ Arsenal FC 1 - 0 AS Roma
+ Inter Milan 0 - 0 Manchester United
+ Palermo 0 - 2 Juventus
+ Real Madrid 6 - 1 Real Betis
+ Barcelona 1 - 2 Espanyol
+ Stoke City 2-2 Portsmouth
+ Middlesbrough 0-0 Wigan
+ Manchester United 2-1 Blackburn Rovers
+ AS Roma 1 - 0 Siena
+ Arsenal 0-0 Sunderland
+ Bayern Munich 1-2 Cologne
+ Vfb Stuttgart 3-3 Hoffenheim
+ Bologna 1-2 Inter Milan
+ Aston Villa 0-1 Chelsea
+ Zenit St. Petersburg 2 - 1 VfB Stuttgart
+ Dynamo Kiev 1 - 1 Valencia CF
+ Aston Villa 1 - 1 CSKA Moscow
+ Werder Bremen 1 - 1 AC Milan
+ Manchester United 3 - 0 Fulham
+ Vitesse vs Ajax 4-1
+ Catania vs Juventus 1-2
+ Arsenal vs Tottenham Hotspurs 0-0
+ Sampdoria vs Siena 2-2
+ Udinese vs Bologna 1-0
+ AS Roma vs Genoa 3-0
+ Torino vs Chievo 1-1
+ West Ham vs Manchester Utd 0-1
+ Real Madrid vs Racing Santander 1 - 0
+ AC Milan vs Reggina 1 - 1
+ Lecce vs Inter Milan 0 - 3
+ Portsmouth vs Liverpool 2 - 3
+ Wigan Athletic vs Fulham 0 - 0
+ West Bromwich vs Newcastle United 2 - 3
+ Chelsea vs Hull City 0 - 0
+ Everton vs Bolton Wanderers 3 - 0
+ Blackburn Rovers vs Aston Villa 0 - 2
+ Manchester City vs Middlesbrough 1 - 0
Labels
* EPL Premier League (15)
* Serie A Italia (10)
* Liga Champions (5)
* Manchester Utd (4)
* UEFA Cup (4)
* AS Roma (3)
* Arsenal (3)
* Aston Villa (3)
* Inter Milan (3)
* Liga Spanyol (3)
* AC Milan (2)
* Barcelona (2)
* Bayern Munich (2)
* Blackburn Rovers (2)
* Bologna (2)
* Bundesliga Jerman (2)
* Chelsea (2)
* Fulham (2)
* Juventus (2)
* Middlesbrough (2)
* Portsmouth (2)
* Real Madrid (2)
* Siena (2)
* VfB Stuttgart (2)
* Wigan Athletic (2)
* Ajax (1)
* Atletico Madrid (1)
* Bolton Wanderers (1)
* CSKA Moscow (1)
* Catania (1)
* Chievo (1)
* Cologne (1)
* Dynamo Kiev (1)
* Eredivisie Belanda (1)
* Espanyol (1)
* Everton (1)
* Genoa (1)
* Hoffenheim (1)
* Hull City (1)
* Lecce (1)
* Liverpool (1)
* Lyon (1)
* Manchester City (1)
* Newcastle United (1)
* Palermo (1)
* Porto (1)
* Racing Santander (1)
* Real Betis (1)
* Reggina (1)
* Sampdoria (1)
* Sporting Lisbon (1)
* Stoke City (1)
* Sunderland (1)
* Torino (1)
* Tottenham Hotspurs (1)
* Udinese (1)
* Valencia (1)
* Vitesse (1)
* Werder Bremen (1)
* West Bromwich (1)
* West Ham (1)
* Zenit St. Petersburg (1)
free counters
Highlights sepakbola liga dunia
Klasemen Liga Inggris
Klub
Main
Nilai
Man. United
26
62
Liverpool
25
54
Chelsea
26
52
Aston Villa
26
51
Arsenal
26
45
Klasemen Liga Italia
Klub
Main
Nilai
Inter Milan
25
59
Juventus
24
47
AC Milan
24
45
AS Roma
25
43
Fiorentina
24
42
Klasemen Liga Spanyol
Klub
Main
Nilai
Barcelona
23
60
Real Madrid
23
50
Sevilla
23
41
Valencia
23
38
Villarreal
23
38
Blog Archive
* ▼ 2009 (40)
o ▼ February (40)
+ Sporting Lisbon 0 - 5 Bayern Munich
+ Lyon 1-1 Barcelona
+ Atletico Madrid 2-2 FC Porto
+ Arsenal FC 1 - 0 AS Roma
+ Inter Milan 0 - 0 Manchester United
+ Palermo 0 - 2 Juventus
+ Real Madrid 6 - 1 Real Betis
+ Barcelona 1 - 2 Espanyol
+ Stoke City 2-2 Portsmouth
+ Middlesbrough 0-0 Wigan
+ Manchester United 2-1 Blackburn Rovers
+ AS Roma 1 - 0 Siena
+ Arsenal 0-0 Sunderland
+ Bayern Munich 1-2 Cologne
+ Vfb Stuttgart 3-3 Hoffenheim
+ Bologna 1-2 Inter Milan
+ Aston Villa 0-1 Chelsea
+ Zenit St. Petersburg 2 - 1 VfB Stuttgart
+ Dynamo Kiev 1 - 1 Valencia CF
+ Aston Villa 1 - 1 CSKA Moscow
+ Werder Bremen 1 - 1 AC Milan
+ Manchester United 3 - 0 Fulham
+ Vitesse vs Ajax 4-1
+ Catania vs Juventus 1-2
+ Arsenal vs Tottenham Hotspurs 0-0
+ Sampdoria vs Siena 2-2
+ Udinese vs Bologna 1-0
+ AS Roma vs Genoa 3-0
+ Torino vs Chievo 1-1
+ West Ham vs Manchester Utd 0-1
+ Real Madrid vs Racing Santander 1 - 0
+ AC Milan vs Reggina 1 - 1
+ Lecce vs Inter Milan 0 - 3
+ Portsmouth vs Liverpool 2 - 3
+ Wigan Athletic vs Fulham 0 - 0
+ West Bromwich vs Newcastle United 2 - 3
+ Chelsea vs Hull City 0 - 0
+ Everton vs Bolton Wanderers 3 - 0
+ Blackburn Rovers vs Aston Villa 0 - 2
+ Manchester City vs Middlesbrough 1 - 0
Labels
* EPL Premier League (15)
* Serie A Italia (10)
* Liga Champions (5)
* Manchester Utd (4)
* UEFA Cup (4)
* AS Roma (3)
* Arsenal (3)
* Aston Villa (3)
* Inter Milan (3)
* Liga Spanyol (3)
* AC Milan (2)
* Barcelona (2)
* Bayern Munich (2)
* Blackburn Rovers (2)
* Bologna (2)
* Bundesliga Jerman (2)
* Chelsea (2)
* Fulham (2)
* Juventus (2)
* Middlesbrough (2)
* Portsmouth (2)
* Real Madrid (2)
* Siena (2)
* VfB Stuttgart (2)
* Wigan Athletic (2)
* Ajax (1)
* Atletico Madrid (1)
* Bolton Wanderers (1)
* CSKA Moscow (1)
* Catania (1)
* Chievo (1)
* Cologne (1)
* Dynamo Kiev (1)
* Eredivisie Belanda (1)
* Espanyol (1)
* Everton (1)
* Genoa (1)
* Hoffenheim (1)
* Hull City (1)
* Lecce (1)
* Liverpool (1)
* Lyon (1)
* Manchester City (1)
* Newcastle United (1)
* Palermo (1)
* Porto (1)
* Racing Santander (1)
* Real Betis (1)
* Reggina (1)
* Sampdoria (1)
* Sporting Lisbon (1)
* Stoke City (1)
* Sunderland (1)
* Torino (1)
* Tottenham Hotspurs (1)
* Udinese (1)
* Valencia (1)
* Vitesse (1)
* Werder Bremen (1)
* West Bromwich (1)
* West Ham (1)
* Zenit St. Petersburg (1)
free counters
Klub
Main
Nilai
Man. United
26
62
Liverpool
25
54
Chelsea
26
52
Aston Villa
26
51
Arsenal
26
45
Klasemen Liga Italia
Klub
Main
Nilai
Inter Milan
25
59
Juventus
24
47
AC Milan
24
45
AS Roma
25
43
Fiorentina
24
42
Klasemen Liga Spanyol
Klub
Main
Nilai
Barcelona
23
60
Real Madrid
23
50
Sevilla
23
41
Valencia
23
38
Villarreal
23
38
Blog Archive
* ▼ 2009 (40)
o ▼ February (40)
+ Sporting Lisbon 0 - 5 Bayern Munich
+ Lyon 1-1 Barcelona
+ Atletico Madrid 2-2 FC Porto
+ Arsenal FC 1 - 0 AS Roma
+ Inter Milan 0 - 0 Manchester United
+ Palermo 0 - 2 Juventus
+ Real Madrid 6 - 1 Real Betis
+ Barcelona 1 - 2 Espanyol
+ Stoke City 2-2 Portsmouth
+ Middlesbrough 0-0 Wigan
+ Manchester United 2-1 Blackburn Rovers
+ AS Roma 1 - 0 Siena
+ Arsenal 0-0 Sunderland
+ Bayern Munich 1-2 Cologne
+ Vfb Stuttgart 3-3 Hoffenheim
+ Bologna 1-2 Inter Milan
+ Aston Villa 0-1 Chelsea
+ Zenit St. Petersburg 2 - 1 VfB Stuttgart
+ Dynamo Kiev 1 - 1 Valencia CF
+ Aston Villa 1 - 1 CSKA Moscow
+ Werder Bremen 1 - 1 AC Milan
+ Manchester United 3 - 0 Fulham
+ Vitesse vs Ajax 4-1
+ Catania vs Juventus 1-2
+ Arsenal vs Tottenham Hotspurs 0-0
+ Sampdoria vs Siena 2-2
+ Udinese vs Bologna 1-0
+ AS Roma vs Genoa 3-0
+ Torino vs Chievo 1-1
+ West Ham vs Manchester Utd 0-1
+ Real Madrid vs Racing Santander 1 - 0
+ AC Milan vs Reggina 1 - 1
+ Lecce vs Inter Milan 0 - 3
+ Portsmouth vs Liverpool 2 - 3
+ Wigan Athletic vs Fulham 0 - 0
+ West Bromwich vs Newcastle United 2 - 3
+ Chelsea vs Hull City 0 - 0
+ Everton vs Bolton Wanderers 3 - 0
+ Blackburn Rovers vs Aston Villa 0 - 2
+ Manchester City vs Middlesbrough 1 - 0
Labels
* EPL Premier League (15)
* Serie A Italia (10)
* Liga Champions (5)
* Manchester Utd (4)
* UEFA Cup (4)
* AS Roma (3)
* Arsenal (3)
* Aston Villa (3)
* Inter Milan (3)
* Liga Spanyol (3)
* AC Milan (2)
* Barcelona (2)
* Bayern Munich (2)
* Blackburn Rovers (2)
* Bologna (2)
* Bundesliga Jerman (2)
* Chelsea (2)
* Fulham (2)
* Juventus (2)
* Middlesbrough (2)
* Portsmouth (2)
* Real Madrid (2)
* Siena (2)
* VfB Stuttgart (2)
* Wigan Athletic (2)
* Ajax (1)
* Atletico Madrid (1)
* Bolton Wanderers (1)
* CSKA Moscow (1)
* Catania (1)
* Chievo (1)
* Cologne (1)
* Dynamo Kiev (1)
* Eredivisie Belanda (1)
* Espanyol (1)
* Everton (1)
* Genoa (1)
* Hoffenheim (1)
* Hull City (1)
* Lecce (1)
* Liverpool (1)
* Lyon (1)
* Manchester City (1)
* Newcastle United (1)
* Palermo (1)
* Porto (1)
* Racing Santander (1)
* Real Betis (1)
* Reggina (1)
* Sampdoria (1)
* Sporting Lisbon (1)
* Stoke City (1)
* Sunderland (1)
* Torino (1)
* Tottenham Hotspurs (1)
* Udinese (1)
* Valencia (1)
* Vitesse (1)
* Werder Bremen (1)
* West Bromwich (1)
* West Ham (1)
* Zenit St. Petersburg (1)
free counters
Piagam Madinah
TEKS PIAGAM MADINAH
Sebagai produk yang lahir dari rahim peradaban Islam, Piagam Madinah diakui sebagai bentuk perjanjian dan kesepakatan bersama bagi membangun masyarakat Madinah yang plural, adil, dan berkeadaban. Di mata para sejarahwan dan sosiolog ternama Barat, Robert N. Bellah, Piagam Madinah yang disusun Rasulullah itu dinilai sebagai konstitusi termodern di zamannya, atau konstitusi pertama di dunia.
Berikut petikan lengkap terjemahan Piagam Madinah yang terdiri dari 47 pasal:
Preambule: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ini adalah piagam dari Muhammad, Rasulullah SAW, di kalangan mukminin dan muslimin (yang berasal) dari Quraisy dan Yatsrib (Madinah), dan yang mengikuti mereka, menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka.
Pasal 1: Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komunitas) manusia lain.
Pasal 2: Kaum Muhajirin (pendatang) dari Quraisy sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 3: Banu ‘Awf, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 4: Banu Sa’idah, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 5: Banu al-Hars, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 6: Banu Jusyam, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 7: Banu al-Najjar, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 8: Banu ‘Amr Ibn ‘Awf, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 9: Banu al-Nabit, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 10: Banu al-’Aws, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 11: Sesungguhnya mukminin tidak boleh membiarkan orang yang berat menanggung utang di antara mereka, tetapi membantunya dengan baik dalam pembayaran tebusan atau diat.
Pasal 12: Seorang mukmin tidak dibolehkan membuat persekutuan dengan sekutu mukmin lainnya, tanpa persetujuan dari padanya.
Pasal 13: Orang-orang mukmin yang takwa harus menentang orang yang di antara mereka mencari atau menuntut sesuatu secara zalim, jahat, melakukan permusuhan atau kerusakan di kalangan mukminin. Kekuatan mereka bersatu dalam menentangnya, sekalipun ia anak dari salah seorang di antara mereka.
Pasal 14: Seorang mukmin tidak boleh membunuh orang beriman lainnya lantaran (membunuh) orang kafir. Tidak boleh pula orang mukmin membantu orang kafir untuk (membunuh) orang beriman.
Pasal 15: Jaminan Allah satu. Jaminan (perlindungan) diberikan oleh mereka yang dekat. Sesungguhnya mukminin itu saling membantu, tidak tergantung pada golongan lain.
Pasal 16: Sesungguhnya orang Yahudi yang mengikuti kita berhak atas pertolongan dan santunan, sepanjang (mukminin) tidak terzalimi dan ditentang (olehnya).
Pasal 17: Perdamaian mukminin adalah satu. Seorang mukmin tidak boleh membuat perdamaian tanpa ikut serta mukmin lainnya di dalam suatu peperangan di jalan Allah Allah, kecuali atas dasar kesamaan dan keadilan di antara mereka.
Pasal 18: Setiap pasukan yang berperang bersama kita harus bahu-membahu satu sama lain.
Pasal 19: Orang-orang mukmin itu membalas pembunuh mukmin lainnya dalam peperangan di jalan Allah. Orang-orang beriman dan bertakwa berada pada petunjuk yang terbaik dan lurus.
Pasal 20: Orang musyrik (Yatsrib) dilarang melindungi harta dan jiwa orang (musyrik) Quraisy, dan tidak boleh bercampur tangan melawan orang beriman.
Pasal 21: Barang siapa yang membunuh orang beriman dan cukup bukti atas perbuatannya, harus dihukum bunuh, kecuali wali si terbunuh rela (menerima diat). Segenap orang beriman harus bersatu dalam menghukumnya.
Pasal 22: Tidak dibenarkan bagi orang mukmin yang mengakui piagam ini, percaya pada Allah dan Hari Akhir, untuk membantu pembunuh dan memberi tempat kediaman kepadanya. Siapa yang memberi bantuan atau menyediakan tempat tinggal bagi pelanggar itu, akan mendapat kutukan dan kemurkaan Allah di hari kiamat, dan tidak diterima daripadanya penyesalan dan tebusan.
Pasal 23: Apabila kamu berselisih tentang sesuatu, penyelesaiannya menurut (ketentuan) Allah ‘azza wa jalla dan (keputusan) Muhammad SAW.
Pasal 24: Kaum Yahudi memikul biaya bersama mukminin selama dalam peperangan.
Pasal 25: Kaum Yahudi dari Bani ‘Awf adalah satu umat dengan mukminin. Bagi kaum Yahudi agama mereka, dan bagi kaum muslimin agama mereka. Juga (kebebasan ini berlaku) bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri, kecuali bagi yang zalim dan jahat. Hal demikian akan merusak diri dan keluarganya.
Pasal 26: Kaum Yahudi Banu Najjar diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.
Pasal 27: Kaum Yahudi Banu Hars diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.
Pasal 28: Kaum Yahudi Banu Sa’idah diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.
Pasal 29: Kaum Yahudi Banu Jusyam diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.
Pasal 30: Kaum Yahudi Banu al-’Aws diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.
Pasal 31: Kaum Yahudi Banu Sa’labah diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf, kecuali orang zalim atau khianat. Hukumannya hanya menimpa diri dan keluarganya.
Pasal 32: Suku Jafnah dari Sa’labah (diperlakukan) sama seperti mereka (Banu Sa’labah).
Pasal 33: Banu Syutaybah (diperlakukan) sama seperti Yahudi Banu ‘Awf. Sesungguhnya kebaikan (kesetiaan) itu lain dari kejahatan (khianat).
Pasal 34: Sekutu-sekutu Sa’labah (diperlakukan) sama seperti mereka (Banu Sa’labah).
Pasal 35: Kerabat Yahudi (di luar kota Madinah) sama seperti mereka (Yahudi).
Pasal 36: Tidak seorang pun dibenarkan (untuk perang), kecuali seizin Muhammad SAW. Ia tidak boleh dihalangi (menuntut pembalasan) luka (yang dibuat orang lain). Siapa berbuat jahat (membunuh), maka balasan kejahatan itu akan menimpa diri dan keluarganya, kecuali ia teraniaya. Sesungguhnya Allah sangat membenarkan (ketentuan) ini.
Pasal 37: Bagi kaum Yahudi ada kewajiban biaya, dan bagi kaum muslimin ada kewajiban biaya. Mereka (Yahudi dan muslimin) bantu-membantu dalam menghadapi musuh Piagam ini. Mereka saling memberi saran dan nasihat. Memenuhi janji lawan dari khianat. Seseorang tidak menanggung hukuman akibat (kesalahan) sekutunya. Pembelaan diberikan kepada pihak yang teraniaya.
Pasal 38: Kaum Yahudi memikul biaya bersama mukminin selama dalam peperangan.
Pasal 39: Sesungguhnya Yatsrib itu tanahnya “haram” (suci) bagi warga Piagam ini.
Pasal 40: Orang yang mendapat jaminan (diperlakukan) seperti diri penjamin, sepanjang tidak bertindak merugikan dan tidak khianat.
Pasal 41: Tidak boleh jaminan diberikan, kecuali seizin ahlinya.
Pasal 42: Bila terjadi suatu peristiwa atau perselisihan di antara pendukung Piagam ini, yang dikhawatirkan menimbulkan bahaya, diserahkan penyelesaiannya menurut (ketentuan) Allah ‘azza wa jalla, dan (keputusan) Muhammad SAW. Sesungguhnya Allah paling memelihara dan memandang baik isi Piagam ini.
Pasal 43: Sungguh tidak ada perlindungan bagi Quraisy (Mekkah) dan juga bagi pendukung mereka.
Pasal 44: Mereka (pendukung Piagam) bahu-membahu dalam menghadapi penyerang kota Yatsrib.
Pasal 45: Apabila mereka (pendukung piagam) diajak berdamai dan mereka (pihak lawan) memenuhi perdamaian serta melaksanakan perdamaian itu, maka perdamaian itu harus dipatuhi. Jika mereka diajak berdamai seperti itu, kaum mukminin wajib memenuhi ajakan dan melaksanakan perdamaian itu, kecuali terhadap orang yang menyerang agama. Setiap orang wajib melaksanakan (kewajiban) masing-masing sesuai tugasnya.
Pasal 46: Kaum yahudi al-’Aws, sekutu dan diri mereka memiliki hak dan kewajiban seperti kelompok lain pendukung Piagam ini, dengan perlakuan yang baik dan penuh dari semua pendukung Piagam ini. Sesungguhnya kebaikan (kesetiaan) itu berbeda dari kejahatan (pengkhianatan). Setiap orang bwertanggungjawab atas perbuatannya. Sesungguhnya Allah paling membenarkan dan memandang baik isi Piagam ini.
Pasal 47: Sesungguhnya Piagam ini tidak membela orang zalim dan khianat. Orang yang keluar (bepergian) aman, dan orang berada di Madinah aman, kecuali orang yang zalim dan khianat. Allah adalah penjamin orang yang berbuat baik dan takwa. Dan Muhammad Rasulullah SAW.
Sebagai produk yang lahir dari rahim peradaban Islam, Piagam Madinah diakui sebagai bentuk perjanjian dan kesepakatan bersama bagi membangun masyarakat Madinah yang plural, adil, dan berkeadaban. Di mata para sejarahwan dan sosiolog ternama Barat, Robert N. Bellah, Piagam Madinah yang disusun Rasulullah itu dinilai sebagai konstitusi termodern di zamannya, atau konstitusi pertama di dunia.
Berikut petikan lengkap terjemahan Piagam Madinah yang terdiri dari 47 pasal:
Preambule: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ini adalah piagam dari Muhammad, Rasulullah SAW, di kalangan mukminin dan muslimin (yang berasal) dari Quraisy dan Yatsrib (Madinah), dan yang mengikuti mereka, menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka.
Pasal 1: Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komunitas) manusia lain.
Pasal 2: Kaum Muhajirin (pendatang) dari Quraisy sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 3: Banu ‘Awf, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 4: Banu Sa’idah, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 5: Banu al-Hars, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 6: Banu Jusyam, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 7: Banu al-Najjar, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 8: Banu ‘Amr Ibn ‘Awf, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 9: Banu al-Nabit, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 10: Banu al-’Aws, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.
Pasal 11: Sesungguhnya mukminin tidak boleh membiarkan orang yang berat menanggung utang di antara mereka, tetapi membantunya dengan baik dalam pembayaran tebusan atau diat.
Pasal 12: Seorang mukmin tidak dibolehkan membuat persekutuan dengan sekutu mukmin lainnya, tanpa persetujuan dari padanya.
Pasal 13: Orang-orang mukmin yang takwa harus menentang orang yang di antara mereka mencari atau menuntut sesuatu secara zalim, jahat, melakukan permusuhan atau kerusakan di kalangan mukminin. Kekuatan mereka bersatu dalam menentangnya, sekalipun ia anak dari salah seorang di antara mereka.
Pasal 14: Seorang mukmin tidak boleh membunuh orang beriman lainnya lantaran (membunuh) orang kafir. Tidak boleh pula orang mukmin membantu orang kafir untuk (membunuh) orang beriman.
Pasal 15: Jaminan Allah satu. Jaminan (perlindungan) diberikan oleh mereka yang dekat. Sesungguhnya mukminin itu saling membantu, tidak tergantung pada golongan lain.
Pasal 16: Sesungguhnya orang Yahudi yang mengikuti kita berhak atas pertolongan dan santunan, sepanjang (mukminin) tidak terzalimi dan ditentang (olehnya).
Pasal 17: Perdamaian mukminin adalah satu. Seorang mukmin tidak boleh membuat perdamaian tanpa ikut serta mukmin lainnya di dalam suatu peperangan di jalan Allah Allah, kecuali atas dasar kesamaan dan keadilan di antara mereka.
Pasal 18: Setiap pasukan yang berperang bersama kita harus bahu-membahu satu sama lain.
Pasal 19: Orang-orang mukmin itu membalas pembunuh mukmin lainnya dalam peperangan di jalan Allah. Orang-orang beriman dan bertakwa berada pada petunjuk yang terbaik dan lurus.
Pasal 20: Orang musyrik (Yatsrib) dilarang melindungi harta dan jiwa orang (musyrik) Quraisy, dan tidak boleh bercampur tangan melawan orang beriman.
Pasal 21: Barang siapa yang membunuh orang beriman dan cukup bukti atas perbuatannya, harus dihukum bunuh, kecuali wali si terbunuh rela (menerima diat). Segenap orang beriman harus bersatu dalam menghukumnya.
Pasal 22: Tidak dibenarkan bagi orang mukmin yang mengakui piagam ini, percaya pada Allah dan Hari Akhir, untuk membantu pembunuh dan memberi tempat kediaman kepadanya. Siapa yang memberi bantuan atau menyediakan tempat tinggal bagi pelanggar itu, akan mendapat kutukan dan kemurkaan Allah di hari kiamat, dan tidak diterima daripadanya penyesalan dan tebusan.
Pasal 23: Apabila kamu berselisih tentang sesuatu, penyelesaiannya menurut (ketentuan) Allah ‘azza wa jalla dan (keputusan) Muhammad SAW.
Pasal 24: Kaum Yahudi memikul biaya bersama mukminin selama dalam peperangan.
Pasal 25: Kaum Yahudi dari Bani ‘Awf adalah satu umat dengan mukminin. Bagi kaum Yahudi agama mereka, dan bagi kaum muslimin agama mereka. Juga (kebebasan ini berlaku) bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri, kecuali bagi yang zalim dan jahat. Hal demikian akan merusak diri dan keluarganya.
Pasal 26: Kaum Yahudi Banu Najjar diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.
Pasal 27: Kaum Yahudi Banu Hars diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.
Pasal 28: Kaum Yahudi Banu Sa’idah diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.
Pasal 29: Kaum Yahudi Banu Jusyam diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.
Pasal 30: Kaum Yahudi Banu al-’Aws diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf.
Pasal 31: Kaum Yahudi Banu Sa’labah diperlakukan sama seperti Yahudi Banu ‘Awf, kecuali orang zalim atau khianat. Hukumannya hanya menimpa diri dan keluarganya.
Pasal 32: Suku Jafnah dari Sa’labah (diperlakukan) sama seperti mereka (Banu Sa’labah).
Pasal 33: Banu Syutaybah (diperlakukan) sama seperti Yahudi Banu ‘Awf. Sesungguhnya kebaikan (kesetiaan) itu lain dari kejahatan (khianat).
Pasal 34: Sekutu-sekutu Sa’labah (diperlakukan) sama seperti mereka (Banu Sa’labah).
Pasal 35: Kerabat Yahudi (di luar kota Madinah) sama seperti mereka (Yahudi).
Pasal 36: Tidak seorang pun dibenarkan (untuk perang), kecuali seizin Muhammad SAW. Ia tidak boleh dihalangi (menuntut pembalasan) luka (yang dibuat orang lain). Siapa berbuat jahat (membunuh), maka balasan kejahatan itu akan menimpa diri dan keluarganya, kecuali ia teraniaya. Sesungguhnya Allah sangat membenarkan (ketentuan) ini.
Pasal 37: Bagi kaum Yahudi ada kewajiban biaya, dan bagi kaum muslimin ada kewajiban biaya. Mereka (Yahudi dan muslimin) bantu-membantu dalam menghadapi musuh Piagam ini. Mereka saling memberi saran dan nasihat. Memenuhi janji lawan dari khianat. Seseorang tidak menanggung hukuman akibat (kesalahan) sekutunya. Pembelaan diberikan kepada pihak yang teraniaya.
Pasal 38: Kaum Yahudi memikul biaya bersama mukminin selama dalam peperangan.
Pasal 39: Sesungguhnya Yatsrib itu tanahnya “haram” (suci) bagi warga Piagam ini.
Pasal 40: Orang yang mendapat jaminan (diperlakukan) seperti diri penjamin, sepanjang tidak bertindak merugikan dan tidak khianat.
Pasal 41: Tidak boleh jaminan diberikan, kecuali seizin ahlinya.
Pasal 42: Bila terjadi suatu peristiwa atau perselisihan di antara pendukung Piagam ini, yang dikhawatirkan menimbulkan bahaya, diserahkan penyelesaiannya menurut (ketentuan) Allah ‘azza wa jalla, dan (keputusan) Muhammad SAW. Sesungguhnya Allah paling memelihara dan memandang baik isi Piagam ini.
Pasal 43: Sungguh tidak ada perlindungan bagi Quraisy (Mekkah) dan juga bagi pendukung mereka.
Pasal 44: Mereka (pendukung Piagam) bahu-membahu dalam menghadapi penyerang kota Yatsrib.
Pasal 45: Apabila mereka (pendukung piagam) diajak berdamai dan mereka (pihak lawan) memenuhi perdamaian serta melaksanakan perdamaian itu, maka perdamaian itu harus dipatuhi. Jika mereka diajak berdamai seperti itu, kaum mukminin wajib memenuhi ajakan dan melaksanakan perdamaian itu, kecuali terhadap orang yang menyerang agama. Setiap orang wajib melaksanakan (kewajiban) masing-masing sesuai tugasnya.
Pasal 46: Kaum yahudi al-’Aws, sekutu dan diri mereka memiliki hak dan kewajiban seperti kelompok lain pendukung Piagam ini, dengan perlakuan yang baik dan penuh dari semua pendukung Piagam ini. Sesungguhnya kebaikan (kesetiaan) itu berbeda dari kejahatan (pengkhianatan). Setiap orang bwertanggungjawab atas perbuatannya. Sesungguhnya Allah paling membenarkan dan memandang baik isi Piagam ini.
Pasal 47: Sesungguhnya Piagam ini tidak membela orang zalim dan khianat. Orang yang keluar (bepergian) aman, dan orang berada di Madinah aman, kecuali orang yang zalim dan khianat. Allah adalah penjamin orang yang berbuat baik dan takwa. Dan Muhammad Rasulullah SAW.
Sabtu, 23 April 2011
Tuesday, February 15, 2011
Beranak Dalam Hujan
Dedy Tri Riyadi
Beranak dalam Hujan
“Sudah, tidak apa-apa. Paling sebentar lagi terang.” Kardasih menolak diminta menunggu sejenak oleh Hasim untuk diambilkan payung lantaran di sore yang masih menyisakan terik matahari tiba-tiba turun hujan.
“Justru itu. Kalau kau kena hujan yang sebentar, nanti malah sampai rumah kau dikira habis tercebur di sungai.” Hasim bersikeras agar Kardasih pulang berpayung.
Akhirnya gadis itu duduk kembali. Dari teras rumah itu, Kardasih memandangi langit yang terang benderang ditingkahi butiran-butiran hujan. Tercium pula ruap bau tanah yang tersiram. Dan terdengar bunyi seperti langkah-langkah kanak-kanak yang berkejaran dengan riang gembira. Kardasih berharap sebentar lagi muncul semburat aneka warna di antara awan-awan putih dan kelabu itu.
Tiba-tiba dia mendengar suara yang terdengar samar tetapi terkesan berat. Suara itu tak sanggup dia pastikan arahnya. Tak lama kemudian terdengar suara lain yang melengking tetapi juga samar. Sebentar saja suara-suara itu terdengar tetapi mampu membuatnya terjerat perasaan ganjil. Kuduknya terasa dingin. Tangan kanannya menyusup ke balik kerah baju dan menggosok tengkuknya sendiri.
“Ini payungnya,” Hasim tiba-tiba sudah berdiri di dekat pintu sambil mengangsurkan payung berwarna abu-abu kepadanya.
“Ih! Kau bikin aku kaget saja.” Teriak Kadarsih. Tubuhnya terguncang ke belakang dari posisi duduknya semula. Setelah agak tenang, Kadarsih menyambut payung yang diulur Hasim dan meletakkannya di atas meja di hadapannya.
“Mmm. Sim, Apakah di sini, di rumah ini angker?”
“Angker? Ada apa kau bertanya seperti itu?” Hasim balik bertanya sambil menghempaskan tubuhnya pada kursi di dekat Kadarsih.
Yang ditanya diam saja. Tangan Kadarsih kembali mengusap tengkuknya sambil berkata,”Aku merasa sedikit takut saja.”
“Di rumah ini tidak pernah terjadi hal-hal yang aneh. Apalagi keluargaku bukanlah orang-orang yang gampang ditakuti dengan urusan yang berbau mistis atau supranatural.”
Kadarsih tidak menanggapi perkataan Hasim. Tetapi raut wajahnya menunjukkan perasaan antara bingung dan takut. Melihat hal itu, Hasim mengambil payung dari atas meja dan bangkit seraya berkata,” Ya sudah. Biar aku antar kau pulang.”
oOo
Di dalam hujan selalu ada kegelisahan. Gelisah agar badan tidak basah, gelisah agar perjalanan ini cepatlah sudah. Kadarsih berjalan berpayung dengan tergesa. Percikan air dari genangan sepanjang jalan mengenai roknya yang panjang. Namun dia merasa setiap dia melangkah, ada pula yang mengiringinya. Merasa semakin cemas, Kadarsih berjalan semakin cepat. Lalu terdengar seperti orang berbisik di dekatnya. “Ssh..Ssh...”
“Barangkali hanya angin,” Kadarsih semakin mempercepat langkah kakinya. Akhirnya dia tiba di depan rumahnya. Dia pun menyeru kepada ibunya. “Ibu. Ibu. Tolong buka pintu!” Kadarsih mengetuk-ketuk daun pintu. Saat dia mencoba melihat ke dalam rumah melalui jendela, di kaca jendela dia melihat ada sesosok perempuan menggendong bayi berdiri tepat di belakangnya.
“Ya Tuhan! Siapa kau!” Kadarsih menjerit. Dia tidak mau menoleh ke belakang. Dia semakin keras memanggil-manggil ibunya dan mengetuk-ngetuk daun pintu dan jendela. Dari kaca jendela, dia melihat sosok perempuan itu semakin mendekat kepadanya. Dan setelah semakin dekat, dia bisa melihat wajah perempuan dan bayinya yang ternyata menyeramkan. Setelah itu dia tidak ingat apa-apa. Kadarsih jatuh pingsan di depan pintu rumahnya.
oOo
“Mari masuk, Kadarsih,” sambut seorang perempuan kepadanya. Di depannya sebuah rumah cukup ramai dengan tetamu. Kadarsih bingung, bagaimana bisa perempuan itu tahu namanya. Terlebih dirinya tidak mengetahui siapa perempuan yang menyapanya itu.
“Kenalkan aku Nastiti.” Tiba-tiba perempuan itu mengulur tangan seolah paham apa yang menjadi pikiran Kadarsih tentang dirinya. “Aku mengenalmu sewaktu kamu dulu bermain di bawah pohon nangka tetanggamu. Aku berdiam di situ.”
Pohon nangka? Berdiam di situ? Kadarsih semakin bingung dengan perkataan Nastiti. Akan tetapi dia tidak bisa berlama-lama berdiri tertegun karena Nastiti menggandeng tangannya dan mereka berjalan ke dalam rumah yang penuh tetamu.
“Ini rumah siapa?” Kadarsih memberanikan diri bertanya.
“Ini rumah Giranda. Dia mengundangmu hari ini ke rumahnya karena kau adalah saksi kebahagiaan yang dia terima dan rasakan.”
Menjadi saksi dari sebuah kebahagiaan? Kebahagiaan apa?
“Ah. Mungkin kau belum paham Kadarsih. Kau terlihat oleh Giranda ketika dia melahirkan di teras rumah Hasim, temanmu.” Lagi-lagi Nastiti seperti menjawab pertanyaan yang berputar di dalam kepalanya.
Kadarsih berpikir mungkin Nastiti bisa membaca pikirannya. Jika benar demikian, dia tidak boleh sembarang berpikir yang bukan-bukan tentang segala sesuatu yang sedang berlangsung di hadapannya.
“Tenang saja, Kadarsih. Kami tidak akan membuatmu susah.” Oh, tidak! Lagi-lagi Nastiti melakukannya.
Nastiti dan Kadarsih masuk ke dalam rumah yang dihiasi lampu dan sangat riuh itu. Terlihat aneka hidangan tersedia di atas meja. Para tetamu duduk dan bercakap-cakap hampir di seluruh ruangan. Nastiti membimbing Kadarsih masuk lebih jauh ke dalam rumah itu menuju sebuah kamar.
“Masuk! Mari. Mari.” Dari dalam kamar terdengar suara perempuan dengan nada gembira.
Nastiti menyibak tirai dan nampaklah seorang perempuan cantik berbaring di sebuah ranjang yang besar. Di sampingnya terbaring juga bayi yang montok dan berkulit putih. Persis seperti kulit perempuan itu. Nastiti dan Kadarsih menghampiri perempuan itu dan menyalaminya.
“Kadarsih,” Demikianlah Kadarsih bersalaman dan menyebutkan namanya.
“Ah. Aku sudah tahu namamu. Aku Giranda. Maafkan aku mengundangmu dengan cara yang tidak lazim.”
“Apa maksudmu?”
“Maaf. Aku tak bermaksud menakut-nakutimu waktu aku mengikutimu berjalan di bawah hujan. Maksudku hanyalah ingin menunjukkan kebahagiaanku, memberitahu kepadamu bahwa aku sungguh gembira karena telah melahirkan anak ini. Gandira.” Katanya sambil telunjuknya mengusap lembut kening bayi yang tertidur.
”Jadi?” Kadarsih teringat wajah perempuan dan bayinya di dalam kaca jendela rumahnya.
“Betul. Itu aku dan Gandira. Maafkan telah mengejutkanmu.”
Kadarsih kini berpikir keras: bukankah dia sedang mengetuk pintu dan jendela sebelum dia tidak ingat apa-apa lagi setelah melihat dua buah wajah yang menyeramkan?
“Aduh. Tolong jangan diingat-ingat lagi peristiwa itu.” Giranda memohon. “Maafkan aku. Tak seharusnya begitu kejadiannya. Aku hanya ingin mengundangmu karena kau adalah saksi proses kelahiranku.”
“Aku tidak melihat apa-apa di beranda rumah Hasim! Kenapa dari tadi kalian bilang aku menjadi saksi sebuah kelahiran?”
“Kau memang tidak melihat apa-apa, Kadarsih. Tetapi kau mendengar suara Giranda dan suara Gandira. Itu sudah cukup untuk membuat kami merasa bahwa kau adalah saksi.” jawab Nastiti.
“Aku tidak mengerti. Sekarang pulangkan aku!” Jerit Kadarsih.
“Sabarlah, Kadarsih. Sabarlah. Buatlah kami senang dengan mencicipi hidangan kami,” Giranda memegang pundak Kadarsih lalu membentangkan sebelah tangan seakan mempersilakan Kadarsih ke ruangan depan untuk makan.
“Tidak. Tidak. Pulangkan aku sekarang!” Kadarsih menjerit sejadi-jadinya.
oOo
“Istigfar, Nak. Istigfar.” Ada suara lelaki yang berat terdengar. Kadarsih berusaha membuka matanya yang terasa tertutup sesuatu yang berat. Akhirnya dia bisa melihat dengan samar ada banyak orang mengelilinginya.
“Oh. Kepalaku.” Kadarsih menjerit lirih. Akibat terjatuh tadi, kepala Kadarsih membentur lantai. Efeknya baru terasa setelah kesadarannya pulih.
Terdengar tangis haru dari ayah dan ibu serta saudara-saudaranya. Kadarsih sudah siuman dari pingsannya. Dia mengembangkan tangan untuk memeluk ibunya.
“Kadarsih, kenapa kau, Nak?”
Kadarsih bercerita mulai dari suara-suara aneh di beranda rumah Hasim hingga wajah menyeramkan yang terlihat di kaca jendela. Juga tentang penunggu pohon nangka Pak Rustam tetangga mereka.
“Makanya, jangan suka dilanggar pamali orang tua dulu. Kalau ada hujan sementara cuaca terang lebih baik berdiam di dalam rumah, jangan bepergian,” Sebuah petuah terdengar dari seorang kakek yang tadi menyuruh Kadarsih mengucapan istigfar.
Beranak Dalam Hujan
Dedy Tri Riyadi
Beranak dalam Hujan
“Sudah, tidak apa-apa. Paling sebentar lagi terang.” Kardasih menolak diminta menunggu sejenak oleh Hasim untuk diambilkan payung lantaran di sore yang masih menyisakan terik matahari tiba-tiba turun hujan.
“Justru itu. Kalau kau kena hujan yang sebentar, nanti malah sampai rumah kau dikira habis tercebur di sungai.” Hasim bersikeras agar Kardasih pulang berpayung.
Akhirnya gadis itu duduk kembali. Dari teras rumah itu, Kardasih memandangi langit yang terang benderang ditingkahi butiran-butiran hujan. Tercium pula ruap bau tanah yang tersiram. Dan terdengar bunyi seperti langkah-langkah kanak-kanak yang berkejaran dengan riang gembira. Kardasih berharap sebentar lagi muncul semburat aneka warna di antara awan-awan putih dan kelabu itu.
Tiba-tiba dia mendengar suara yang terdengar samar tetapi terkesan berat. Suara itu tak sanggup dia pastikan arahnya. Tak lama kemudian terdengar suara lain yang melengking tetapi juga samar. Sebentar saja suara-suara itu terdengar tetapi mampu membuatnya terjerat perasaan ganjil. Kuduknya terasa dingin. Tangan kanannya menyusup ke balik kerah baju dan menggosok tengkuknya sendiri.
“Ini payungnya,” Hasim tiba-tiba sudah berdiri di dekat pintu sambil mengangsurkan payung berwarna abu-abu kepadanya.
“Ih! Kau bikin aku kaget saja.” Teriak Kadarsih. Tubuhnya terguncang ke belakang dari posisi duduknya semula. Setelah agak tenang, Kadarsih menyambut payung yang diulur Hasim dan meletakkannya di atas meja di hadapannya.
“Mmm. Sim, Apakah di sini, di rumah ini angker?”
“Angker? Ada apa kau bertanya seperti itu?” Hasim balik bertanya sambil menghempaskan tubuhnya pada kursi di dekat Kadarsih.
Yang ditanya diam saja. Tangan Kadarsih kembali mengusap tengkuknya sambil berkata,”Aku merasa sedikit takut saja.”
“Di rumah ini tidak pernah terjadi hal-hal yang aneh. Apalagi keluargaku bukanlah orang-orang yang gampang ditakuti dengan urusan yang berbau mistis atau supranatural.”
Kadarsih tidak menanggapi perkataan Hasim. Tetapi raut wajahnya menunjukkan perasaan antara bingung dan takut. Melihat hal itu, Hasim mengambil payung dari atas meja dan bangkit seraya berkata,” Ya sudah. Biar aku antar kau pulang.”
oOo
Di dalam hujan selalu ada kegelisahan. Gelisah agar badan tidak basah, gelisah agar perjalanan ini cepatlah sudah. Kadarsih berjalan berpayung dengan tergesa. Percikan air dari genangan sepanjang jalan mengenai roknya yang panjang. Namun dia merasa setiap dia melangkah, ada pula yang mengiringinya. Merasa semakin cemas, Kadarsih berjalan semakin cepat. Lalu terdengar seperti orang berbisik di dekatnya. “Ssh..Ssh...”
“Barangkali hanya angin,” Kadarsih semakin mempercepat langkah kakinya. Akhirnya dia tiba di depan rumahnya. Dia pun menyeru kepada ibunya. “Ibu. Ibu. Tolong buka pintu!” Kadarsih mengetuk-ketuk daun pintu. Saat dia mencoba melihat ke dalam rumah melalui jendela, di kaca jendela dia melihat ada sesosok perempuan menggendong bayi berdiri tepat di belakangnya.
“Ya Tuhan! Siapa kau!” Kadarsih menjerit. Dia tidak mau menoleh ke belakang. Dia semakin keras memanggil-manggil ibunya dan mengetuk-ngetuk daun pintu dan jendela. Dari kaca jendela, dia melihat sosok perempuan itu semakin mendekat kepadanya. Dan setelah semakin dekat, dia bisa melihat wajah perempuan dan bayinya yang ternyata menyeramkan. Setelah itu dia tidak ingat apa-apa. Kadarsih jatuh pingsan di depan pintu rumahnya.
oOo
“Mari masuk, Kadarsih,” sambut seorang perempuan kepadanya. Di depannya sebuah rumah cukup ramai dengan tetamu. Kadarsih bingung, bagaimana bisa perempuan itu tahu namanya. Terlebih dirinya tidak mengetahui siapa perempuan yang menyapanya itu.
“Kenalkan aku Nastiti.” Tiba-tiba perempuan itu mengulur tangan seolah paham apa yang menjadi pikiran Kadarsih tentang dirinya. “Aku mengenalmu sewaktu kamu dulu bermain di bawah pohon nangka tetanggamu. Aku berdiam di situ.”
Pohon nangka? Berdiam di situ? Kadarsih semakin bingung dengan perkataan Nastiti. Akan tetapi dia tidak bisa berlama-lama berdiri tertegun karena Nastiti menggandeng tangannya dan mereka berjalan ke dalam rumah yang penuh tetamu.
“Ini rumah siapa?” Kadarsih memberanikan diri bertanya.
“Ini rumah Giranda. Dia mengundangmu hari ini ke rumahnya karena kau adalah saksi kebahagiaan yang dia terima dan rasakan.”
Menjadi saksi dari sebuah kebahagiaan? Kebahagiaan apa?
“Ah. Mungkin kau belum paham Kadarsih. Kau terlihat oleh Giranda ketika dia melahirkan di teras rumah Hasim, temanmu.” Lagi-lagi Nastiti seperti menjawab pertanyaan yang berputar di dalam kepalanya.
Kadarsih berpikir mungkin Nastiti bisa membaca pikirannya. Jika benar demikian, dia tidak boleh sembarang berpikir yang bukan-bukan tentang segala sesuatu yang sedang berlangsung di hadapannya.
“Tenang saja, Kadarsih. Kami tidak akan membuatmu susah.” Oh, tidak! Lagi-lagi Nastiti melakukannya.
Nastiti dan Kadarsih masuk ke dalam rumah yang dihiasi lampu dan sangat riuh itu. Terlihat aneka hidangan tersedia di atas meja. Para tetamu duduk dan bercakap-cakap hampir di seluruh ruangan. Nastiti membimbing Kadarsih masuk lebih jauh ke dalam rumah itu menuju sebuah kamar.
“Masuk! Mari. Mari.” Dari dalam kamar terdengar suara perempuan dengan nada gembira.
Nastiti menyibak tirai dan nampaklah seorang perempuan cantik berbaring di sebuah ranjang yang besar. Di sampingnya terbaring juga bayi yang montok dan berkulit putih. Persis seperti kulit perempuan itu. Nastiti dan Kadarsih menghampiri perempuan itu dan menyalaminya.
“Kadarsih,” Demikianlah Kadarsih bersalaman dan menyebutkan namanya.
“Ah. Aku sudah tahu namamu. Aku Giranda. Maafkan aku mengundangmu dengan cara yang tidak lazim.”
“Apa maksudmu?”
“Maaf. Aku tak bermaksud menakut-nakutimu waktu aku mengikutimu berjalan di bawah hujan. Maksudku hanyalah ingin menunjukkan kebahagiaanku, memberitahu kepadamu bahwa aku sungguh gembira karena telah melahirkan anak ini. Gandira.” Katanya sambil telunjuknya mengusap lembut kening bayi yang tertidur.
”Jadi?” Kadarsih teringat wajah perempuan dan bayinya di dalam kaca jendela rumahnya.
“Betul. Itu aku dan Gandira. Maafkan telah mengejutkanmu.”
Kadarsih kini berpikir keras: bukankah dia sedang mengetuk pintu dan jendela sebelum dia tidak ingat apa-apa lagi setelah melihat dua buah wajah yang menyeramkan?
“Aduh. Tolong jangan diingat-ingat lagi peristiwa itu.” Giranda memohon. “Maafkan aku. Tak seharusnya begitu kejadiannya. Aku hanya ingin mengundangmu karena kau adalah saksi proses kelahiranku.”
“Aku tidak melihat apa-apa di beranda rumah Hasim! Kenapa dari tadi kalian bilang aku menjadi saksi sebuah kelahiran?”
“Kau memang tidak melihat apa-apa, Kadarsih. Tetapi kau mendengar suara Giranda dan suara Gandira. Itu sudah cukup untuk membuat kami merasa bahwa kau adalah saksi.” jawab Nastiti.
“Aku tidak mengerti. Sekarang pulangkan aku!” Jerit Kadarsih.
“Sabarlah, Kadarsih. Sabarlah. Buatlah kami senang dengan mencicipi hidangan kami,” Giranda memegang pundak Kadarsih lalu membentangkan sebelah tangan seakan mempersilakan Kadarsih ke ruangan depan untuk makan.
“Tidak. Tidak. Pulangkan aku sekarang!” Kadarsih menjerit sejadi-jadinya.
oOo
“Istigfar, Nak. Istigfar.” Ada suara lelaki yang berat terdengar. Kadarsih berusaha membuka matanya yang terasa tertutup sesuatu yang berat. Akhirnya dia bisa melihat dengan samar ada banyak orang mengelilinginya.
“Oh. Kepalaku.” Kadarsih menjerit lirih. Akibat terjatuh tadi, kepala Kadarsih membentur lantai. Efeknya baru terasa setelah kesadarannya pulih.
Terdengar tangis haru dari ayah dan ibu serta saudara-saudaranya. Kadarsih sudah siuman dari pingsannya. Dia mengembangkan tangan untuk memeluk ibunya.
“Kadarsih, kenapa kau, Nak?”
Kadarsih bercerita mulai dari suara-suara aneh di beranda rumah Hasim hingga wajah menyeramkan yang terlihat di kaca jendela. Juga tentang penunggu pohon nangka Pak Rustam tetangga mereka.
“Makanya, jangan suka dilanggar pamali orang tua dulu. Kalau ada hujan sementara cuaca terang lebih baik berdiam di dalam rumah, jangan bepergian,” Sebuah petuah terdengar dari seorang kakek yang tadi menyuruh Kadarsih mengucapan istigfar.
Kamis, 21 April 2011
Kisahku
Kadang aku merasa dunia ini tidak adil. Aku gak bisa menggapai apa yang aku pengenin. Ya Allah, aku sungguh mendanbakannya. Tapi kenapa Engkau tidak mengizinkan Hamba untuk sekedar mengenalnya saja. Semoga suatu saat nanti Hamba dapat mengenalnya lebih dekat. Dan semoga Engkau memeberikan jodoh yang sangat mencintai Hamba dengan tulus. Dan Hamba mohon, Lindungilah dia dari marabahaya, Aaamin.
Senin, 28 Maret 2011
Cara Mengecilkan Paha dan Betis
Cara Mengecilkan Paha dan Betis merupakan salah satu cara untuk membuat penampilan kita menjadi lebih indah dan sexy. Dibawah ini ada beberapa tips Cara Mengecilkan Paha dan Betis yg bisa anda coba:
1. Mengurangi makanan yg berlemak
ini memang kudu dilakukan, karena sperti yg kita tahu lemak membuat badan kita menjadi besar yg tak hanya paha, betis namun perut juga.
2. Banyak latihan lari atau jogging
Ini bisa anda lakukan setiap pagi atau sore hari (lari ditempat juga oke koq)
3. Ikut Fitnes centre atau gym
Untuk hasil yang sesuai harapan mungkin Cara Mengecilkan Paha dan Betis adalah dengan mengikuti aktifitas fitnes, disana anda akan dibantu oleh ahlinya dan saya rasa akan menemukan hasil yg memuaskan.
Blogger Indonesia - Cara Mengecilkan Paha dan Betis
Cara Mengecilkan Paha dan Betis merupakan salah satu cara untuk membuat penampilan kita menjadi lebih indah dan sexy. Dibawah ini ada beberapa tips Cara Mengecilkan Paha dan Betis yg bisa anda coba:
1. Mengurangi makanan yg berlemak
ini memang kudu dilakukan, karena sperti yg kita tahu lemak membuat badan kita menjadi besar yg tak hanya paha, betis namun perut juga.
2. Banyak latihan lari atau jogging
Ini bisa anda lakukan setiap pagi atau sore hari (lari ditempat juga oke koq)
3. Ikut Fitnes centre atau gym
Untuk hasil yang sesuai harapan mungkin Cara Mengecilkan Paha dan Betis adalah dengan mengikuti aktifitas fitnes, disana anda akan dibantu oleh ahlinya dan saya rasa akan menemukan hasil yg memuaskan.
Blogger Indonesia - Cara Mengecilkan Paha dan Betis
Cara Nembak Cewek TOP
Cara Nembak Cewek TOP: Bingung, gak ide dan hampir prustasi karena sulit mengatakan cinta kepada seseorang?? Tenang bro.. sedikit ni ane kasih tips trik cara nembak cewek yang jitu!! :))
Yang penting dalam cara nembak cewek adalah persiapan-nya dulu.
1. Pendekatan(PDKT) yang joss banget.
2. kata2 yg tepat utk mengungkapkan.
3. tempat yg tepat utk mengungkapkan.
Dan jangan melangkah sebelum no. 1 digenapi (karena itu yang terpenting bro).
tips untuk Pendekatan yg baik:
- cewek suka dipuji, tapi hati2, harus disaat yg tepat, jujur dan dari hati. (warning: jangan asal muji, bisa bahaya).
- cewek suka suatu hadiah yg bermakna, jadi kamu hrus pikir dulu hadiah apa yg tepat buat dia, dan yg menyimbulkan kebersamaan kalian.
- cewek suka ama cowok yg bisa membuat suasana menjadi riang, be a fun & active man. (and pls read more to know more to make u active, and remember news is important)
- cewek suka dibuat penasaran, jadilah cowok yg punya banyak ide, sekali lagi read more to know more.
dan inget bila kompor sdh memanas lg tembak, jgn sampe menjadi dingin lagi. (this is also very important)
Mungkin itu dulu sedikit tips cara nembak cewek TOP, moga ente diterima bro. :D
Cara Nembak Cewek TOP: Bingung, gak ide dan hampir prustasi karena sulit mengatakan cinta kepada seseorang?? Tenang bro.. sedikit ni ane kasih tips trik cara nembak cewek yang jitu!! :))
Yang penting dalam cara nembak cewek adalah persiapan-nya dulu.
1. Pendekatan(PDKT) yang joss banget.
2. kata2 yg tepat utk mengungkapkan.
3. tempat yg tepat utk mengungkapkan.
Dan jangan melangkah sebelum no. 1 digenapi (karena itu yang terpenting bro).
tips untuk Pendekatan yg baik:
- cewek suka dipuji, tapi hati2, harus disaat yg tepat, jujur dan dari hati. (warning: jangan asal muji, bisa bahaya).
- cewek suka suatu hadiah yg bermakna, jadi kamu hrus pikir dulu hadiah apa yg tepat buat dia, dan yg menyimbulkan kebersamaan kalian.
- cewek suka ama cowok yg bisa membuat suasana menjadi riang, be a fun & active man. (and pls read more to know more to make u active, and remember news is important)
- cewek suka dibuat penasaran, jadilah cowok yg punya banyak ide, sekali lagi read more to know more.
dan inget bila kompor sdh memanas lg tembak, jgn sampe menjadi dingin lagi. (this is also very important)
Mungkin itu dulu sedikit tips cara nembak cewek TOP, moga ente diterima bro. :D
Salah Nurunin Resleting
Tumini seorang wanita dewasa pegawai sebuah kantor swasta asing pagi itu mau berangkat kerja dan lagi menunggu bus kota di mulut gang rumahnya. Seperti biasa pakaian yang dikenakan cukup ketat, roknya semi-mini, sehingga bodinya yang seksi semakin kelihatan lekuk likunya.
Bus kota datang, tumini berusaha naik lewat pintu belakang, tapi kakinya kok tidak sampai di tangga bus. Menyadari keketatan roknya, tangan kiri menjulur ke belakang untuk menurunkan sedikit resleting roknya supaya agak longgar.
Tapi, ough, masih juga belum bisa naik. Ia mengulangi untuk menurunkan lagi resleting roknya. Belum bisa naik juga ke tangga bus. Untuk usaha yang ketiga kalinya, belum sampai dia menurunkan lagi resleting roknya, tiba-tiba ada tangan kuat mendorong pantatnya dari belakang sampai Marini terloncat dan masuk ke dalam bus.
Tumini melihat ke belakang ingin tahu siapa yang mendorongnya, ternyata ada pemuda gondrong yang cengar-cengir melihat Tumini.
“Hei, kurang ajar kau. Berani-beraninya nggak sopan pegang-pegang pantat orang!”
Si pemuda menjawab kalem, “Yang nggak sopan itu situ, Mbak. Masak belum kenal aja berani-beraninya nurunin resleting celana gue.”
Tumini seorang wanita dewasa pegawai sebuah kantor swasta asing pagi itu mau berangkat kerja dan lagi menunggu bus kota di mulut gang rumahnya. Seperti biasa pakaian yang dikenakan cukup ketat, roknya semi-mini, sehingga bodinya yang seksi semakin kelihatan lekuk likunya.
Bus kota datang, tumini berusaha naik lewat pintu belakang, tapi kakinya kok tidak sampai di tangga bus. Menyadari keketatan roknya, tangan kiri menjulur ke belakang untuk menurunkan sedikit resleting roknya supaya agak longgar.
Tapi, ough, masih juga belum bisa naik. Ia mengulangi untuk menurunkan lagi resleting roknya. Belum bisa naik juga ke tangga bus. Untuk usaha yang ketiga kalinya, belum sampai dia menurunkan lagi resleting roknya, tiba-tiba ada tangan kuat mendorong pantatnya dari belakang sampai Marini terloncat dan masuk ke dalam bus.
Tumini melihat ke belakang ingin tahu siapa yang mendorongnya, ternyata ada pemuda gondrong yang cengar-cengir melihat Tumini.
“Hei, kurang ajar kau. Berani-beraninya nggak sopan pegang-pegang pantat orang!”
Si pemuda menjawab kalem, “Yang nggak sopan itu situ, Mbak. Masak belum kenal aja berani-beraninya nurunin resleting celana gue.”
Gunung dan Cinta
Ada sebuah kisah tentang seorang bocah sedang mendaki gunung bersama ayahnya.
Tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. “Aduhh!” jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, “Aduhh!”.
Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, “Hei! Siapa kau?”
Jawaban yang terdengar, “Hei! Siapa kau?”
Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, “Pengecut kamu!” Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa.
Ia bertanya kepada sang ayah, “Apa yang terjadi?”
Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, “Anakku, coba perhatikan.”
Kemudian Lelaki itu berkata keras, “Saya kagum padamu!”
Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!”
Sekali lagi sang ayah berteriak “Kamu sang juara!”
Suara itu menjawab, “Kamu sang juara!”
Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, “Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan.” Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu.
Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu. Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan
kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya.
Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.
Ada sebuah kisah tentang seorang bocah sedang mendaki gunung bersama ayahnya.
Tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. “Aduhh!” jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, “Aduhh!”.
Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, “Hei! Siapa kau?”
Jawaban yang terdengar, “Hei! Siapa kau?”
Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, “Pengecut kamu!” Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa.
Ia bertanya kepada sang ayah, “Apa yang terjadi?”
Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, “Anakku, coba perhatikan.”
Kemudian Lelaki itu berkata keras, “Saya kagum padamu!”
Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!”
Sekali lagi sang ayah berteriak “Kamu sang juara!”
Suara itu menjawab, “Kamu sang juara!”
Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, “Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan.” Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu.
Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu. Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan
kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya.
Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.
Dia
Dia adalah Seseorang yang sangat aku sayangi dan aku cintai, seseorang yang selalu memendam permasalahan sendiri, selalu tampak tegar ditengah kerapuhannya. Selalu tersenyum ditengah kemarahannya, hal itu yang membuat aku sayang padanya, tetapi dia juga yang membuat aku terhanyut dalam kesedihan ini.
Dia bernama Andri, aku bertemu dengannya di sebuah acara kemahasiswaan, dia anak yang baik dan humoris, makanya gak heran dalam waktu singkat kami bisa berteman akrab, teman-temanku mengira kami pacaran dan mereka sangat mendukung. Aku hanya tersenyum geli melihat teman-teman ku menjahili dia, terfikir olehku apa benar yang mereka katakan. Tapi aku menepisnya, aku gak mau memikirkan hal itu, karena aku pernah bertekad untuk tidak pacaran sampai aku selesai kuliah dan aku berusaha menjaga itu.
Waktu terus berlalu, aku juga tak mengerti kapan rasa itu datang dan hinggap di hati ini, berawal saat kami bermain ke rumah Hilman, saat itu hilman mengajak ku keluar untuk membeli makanan, kami bercerita banyak hal sampai hilman menyinggung tentang Andri dan pacarnya, aku terperanjat sejenak, tapi cepat-cepat kusembunyikan rasa itu, aku kembali bercerita seolah-olah aku tau kalau dia sudah memiliki pacar, baru aku tersadar hatiku sakit mandengarkan cerita dari hilman.
Sepulang dari rumah hilman, aku lebih banyak diam begitu juga dengannya, dia marah karena aku terlalu lama pergi bersama hilman, tapi bukan itu yang ku pikirkan, aku memikirkan diriku, ada apa denganku, aku hanya temannya, mengapa aku cemburu dan sakit hati kalau dia memiliki pacar, mengapa tidak terpikirkan olehku kalau orang semanis dia pasti ada yang memiliki, dasar bego!. Aku tersenyum sendiri dikamar, mencoba untuk ceria, menganggap hal ini biasa dan pasti bisa ku atasi, aku bertekad pada diriku untuk menjadi teman yang baik, selalu ada disisinya saat suka dan duka. Semangat teriakku pagi itu.
Namun perasaan itu muncul kembali saat kami pergi makan di suatu café, disana dia mencurahkan semua isi hati yang selama ini di pendamnya, aku terkejut melihatnya menangis layaknya seorang anak kecil di hadapanku, belum pernah aku melihat dia seperti itu, tarnyata dibalik keceriaannya selama ini tersimpan luka yang sangat dalam, aku terharu ketika dia mengatakan percaya padaku, aku sangat sayang padanya tapi aku tak mungkin memilikinya.
Setelah kejadian itu dia lebih terbuka padaku tentang pacarnya yang selama ini dia tutupi, aku semakin mengerti bagaimana dirinya, makin memahami apa yang diinginkannya, harapku suatu hari dia memiliki seseorang yang benar-benar mengerti dirinya dan sayang padanya, walau hati ini hancur setiap kali mendengarkan dia bercerita tentang pacarnya. Akan tetapi yang tak ku mengerti, kerap kali dia mengatakan satu hal yang membangkitkan kembali perasaan ku, bahwa dia tak ingin melepaskanku karena aku telah menjadi sebagain dari dirinya, aku bingung, tapi aku juga gak punya nyali untuk bertanya kepadanya bagaimana perasaan dia terhadapku.
Sampai pada puncaknya aku tak kuat membendung perasaanku sendiri, aku mengatakan padanya kalau aku sayang padanya dan aku tau perasaan ini gak boleh terbina, aku hanya sekedar mengeluarkan uneg-uneg yang ada dalam hatiku, terserah dia menganggap apa yang penting hatiku lega, aku tidak akan membahas masalah ini lagi, karena aku berjanji akan selalu menjadi teman dan sahabat yang baik buatnya
Namun rasa sayang dan cinta sudah bersemi dalam hatiku, tak mudah untuk menepisnya, walau aku sudah berusaha, ternyata benar kata pepatah cinta itu datang tiba-tiba walau kita tidak menginginkannya, tapi setelah kita tau mengapa terasa sakit jadinya. Entah mengapa, setelah kejadian itu dia makin perhatian padaku, aku gak pernah tau apa maksudnya karena dia tak pernah mengatakannya padaku, yang aku tau dia memberikan perhatian lebih dari biasanya, seakan-akan menjawab semua pertanyaan tanpa harus diungkapkan, aku gak peduli aku hanya ingin menjalani apa yang aku jalani sekarang, tidak mau berfikir yang muluk-muluk tentang masa depan, apa yang terjadi antara aku dan dia biarlah berjalan seperti sekarang ini, tanpa kata-kata tapi saling mengerti dan memahami maksud satu dengan yang lain, walau entah sampai kapan hal ini akan berlanjut, akupun tak tau. Tapi biarlah kisah ini berjalan seiring dengan waktu yang kami pun tak pernah tau akhir dari semua ini, tapi aku tetap berharap semoga…….
(kira-kira endingnya gimana Ya….kasih commentnya o
Dia adalah Seseorang yang sangat aku sayangi dan aku cintai, seseorang yang selalu memendam permasalahan sendiri, selalu tampak tegar ditengah kerapuhannya. Selalu tersenyum ditengah kemarahannya, hal itu yang membuat aku sayang padanya, tetapi dia juga yang membuat aku terhanyut dalam kesedihan ini.
Dia bernama Andri, aku bertemu dengannya di sebuah acara kemahasiswaan, dia anak yang baik dan humoris, makanya gak heran dalam waktu singkat kami bisa berteman akrab, teman-temanku mengira kami pacaran dan mereka sangat mendukung. Aku hanya tersenyum geli melihat teman-teman ku menjahili dia, terfikir olehku apa benar yang mereka katakan. Tapi aku menepisnya, aku gak mau memikirkan hal itu, karena aku pernah bertekad untuk tidak pacaran sampai aku selesai kuliah dan aku berusaha menjaga itu.
Waktu terus berlalu, aku juga tak mengerti kapan rasa itu datang dan hinggap di hati ini, berawal saat kami bermain ke rumah Hilman, saat itu hilman mengajak ku keluar untuk membeli makanan, kami bercerita banyak hal sampai hilman menyinggung tentang Andri dan pacarnya, aku terperanjat sejenak, tapi cepat-cepat kusembunyikan rasa itu, aku kembali bercerita seolah-olah aku tau kalau dia sudah memiliki pacar, baru aku tersadar hatiku sakit mandengarkan cerita dari hilman.
Sepulang dari rumah hilman, aku lebih banyak diam begitu juga dengannya, dia marah karena aku terlalu lama pergi bersama hilman, tapi bukan itu yang ku pikirkan, aku memikirkan diriku, ada apa denganku, aku hanya temannya, mengapa aku cemburu dan sakit hati kalau dia memiliki pacar, mengapa tidak terpikirkan olehku kalau orang semanis dia pasti ada yang memiliki, dasar bego!. Aku tersenyum sendiri dikamar, mencoba untuk ceria, menganggap hal ini biasa dan pasti bisa ku atasi, aku bertekad pada diriku untuk menjadi teman yang baik, selalu ada disisinya saat suka dan duka. Semangat teriakku pagi itu.
Namun perasaan itu muncul kembali saat kami pergi makan di suatu café, disana dia mencurahkan semua isi hati yang selama ini di pendamnya, aku terkejut melihatnya menangis layaknya seorang anak kecil di hadapanku, belum pernah aku melihat dia seperti itu, tarnyata dibalik keceriaannya selama ini tersimpan luka yang sangat dalam, aku terharu ketika dia mengatakan percaya padaku, aku sangat sayang padanya tapi aku tak mungkin memilikinya.
Setelah kejadian itu dia lebih terbuka padaku tentang pacarnya yang selama ini dia tutupi, aku semakin mengerti bagaimana dirinya, makin memahami apa yang diinginkannya, harapku suatu hari dia memiliki seseorang yang benar-benar mengerti dirinya dan sayang padanya, walau hati ini hancur setiap kali mendengarkan dia bercerita tentang pacarnya. Akan tetapi yang tak ku mengerti, kerap kali dia mengatakan satu hal yang membangkitkan kembali perasaan ku, bahwa dia tak ingin melepaskanku karena aku telah menjadi sebagain dari dirinya, aku bingung, tapi aku juga gak punya nyali untuk bertanya kepadanya bagaimana perasaan dia terhadapku.
Sampai pada puncaknya aku tak kuat membendung perasaanku sendiri, aku mengatakan padanya kalau aku sayang padanya dan aku tau perasaan ini gak boleh terbina, aku hanya sekedar mengeluarkan uneg-uneg yang ada dalam hatiku, terserah dia menganggap apa yang penting hatiku lega, aku tidak akan membahas masalah ini lagi, karena aku berjanji akan selalu menjadi teman dan sahabat yang baik buatnya
Namun rasa sayang dan cinta sudah bersemi dalam hatiku, tak mudah untuk menepisnya, walau aku sudah berusaha, ternyata benar kata pepatah cinta itu datang tiba-tiba walau kita tidak menginginkannya, tapi setelah kita tau mengapa terasa sakit jadinya. Entah mengapa, setelah kejadian itu dia makin perhatian padaku, aku gak pernah tau apa maksudnya karena dia tak pernah mengatakannya padaku, yang aku tau dia memberikan perhatian lebih dari biasanya, seakan-akan menjawab semua pertanyaan tanpa harus diungkapkan, aku gak peduli aku hanya ingin menjalani apa yang aku jalani sekarang, tidak mau berfikir yang muluk-muluk tentang masa depan, apa yang terjadi antara aku dan dia biarlah berjalan seperti sekarang ini, tanpa kata-kata tapi saling mengerti dan memahami maksud satu dengan yang lain, walau entah sampai kapan hal ini akan berlanjut, akupun tak tau. Tapi biarlah kisah ini berjalan seiring dengan waktu yang kami pun tak pernah tau akhir dari semua ini, tapi aku tetap berharap semoga…….
(kira-kira endingnya gimana Ya….kasih commentnya o
Angin di daun Pohon
Alasan mengapa orang-orang memanggilku “Pohon” karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. Aku telah berpacaran sebanyak 5 orang wanita ketika aku masih di SMA.
Ada satu wanita yang aku sangat aku cintai, tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya. Dia tidak memiliki wajah yang cantik, tubuh yang sexy, dan sebagainya. Dia sangat peduli dengan orang lain dan religius. Tapi dia hanya wanita biasa saja.
Aku menyukainya, sangat menyukainya, menyukai gayanya yang innocent dan apa adanya, kemandiriannya, aku menyukai kepandaiannya dan kekuatannya.
Alasan aku tidak mengajaknya kencan karena aku merasa dia yang sangat biasa dan tidak serasi untukku. Aku juga takut, jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang. Aku juga takut kalau gosip-gosip yang ada akan menyakitinya. Aku merasa dia adalah “sahabatku” dan aku akan memilikinya tiada batasnya dan aku tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia.
Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini. Dia tau aku mengejar gadis-gadis lain, dan aku telah membuatnya menangis selama 3 tahun.
Ketika aku mencium pacarku yang kedua, dan terlihat olehnya. Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah dan berkata “lanjutkan saja…” dan setelah itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak, dan merah…
Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis, but aku tertawa dengannya seharian. Ketika semuanya telah pulang, dia sendirian di kelas untuk menangis. Dia tidak tahu bahwa aku kembali dari latihan sepakbola untuk mengambil sesuatu di kelas, dan aku melihatnya menangis selama sejaman.
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Pernah sekali mereka berdua perang dingin, aku tahu bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. Tapi aku masih tetap bersama pacarku. Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget. Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku. Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Aku tahu bahwa dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tahu bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia, aku juga sedih.
Ketika aku putus dengan pacarku yang ke-5, aku mengajaknya pergi. Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ada sesuatu yang ingin dia katakan padaku. Aku cerita padanya tentang putusnya aku dengan pacarku dan dia berkata tentang dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. Aku tahu pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan menarik.
Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakitnya hatiaku, tapi hanya bisa tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika aku sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan aku tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat di dadaku. Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun tidak bisa.
Air mata mengalir dan aku jatuh menangis. Sudah sering aku melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya.
Ketika upacara kelulusan, aku membaca SMS di handphone-ku. SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis.
SMS itu berbunyi, “Daun terbang karena Angin bertiup atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal?“
DAUN
Selama SMA, aku suka mengoleksi daun-daun, kenapa? Karena aku merasa bahwa daun membutuhkan banyak kekuatan untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali.
Selama 3 thn di SMA, aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi “Sahabat”. Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya, CEMBURU. Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon. Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi.
Aku menyukainya dan aku tahu bahwa dia juga menyukaiku, but mengapa dia tidak mau mengatakannya? Sejak dia mencintaiku, mengapa dia tidak yang memulainya dulu untuk melangkah? Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku selalu sakit. Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sakit.
Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan, tapi mengapa dia memperlakukanku dengan sangat baik di luar perlakuannya hanya untuk seorang teman?
Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati, aku tahu kesukaannya, kebiasaannya. Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui. Kau tidak mengharapkan aku sebagai seorang wanita untuk mengatakannya bukan?
Di luar itu, aku mau tetap di sampingnya, memberinya perhatian, menemaninya, dan mencintainya. Berharap, bahwa suatu hari, dia akan datang dan mencintaiku. Hal itu seperti menunggu telponenya setiap malam, mengharapkannya untuk mengirimku SMS. Aku tau sesibuk apa pun dia, dia pasti meluangkan waktunya untukku. Karena itu, aku menunggunya. 3 tahun cukup berat untuk kulalui dan aku mau menyerah. Kadang aku berpikir untuk tatap menunggu. Luka dan sakit hati, dan dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini.
Ketika diakhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku, dia adalah adik kelasku, setiap hari dia mengejarku tanpa lelah. Dari penolakan yang telah dia tunjukkan, aku merasa bahwa aku ingin memberikan dia ruang kecil di hatiku.
Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon. Akhirnya, aku sadar bahwa aku tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku.
Aku tau Angin ini akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ke tempat yang lebih baik. Akhirnya aku meninggalkan Pohon. Tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal, aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku.
“Daun terbang karena Angin bertiup atau Pohon tidak memintanya untuk tinggal?”
ANGIN
Karena aku menyukai seorang gadis bernama Daun, karena dia sangat bergantung pada Pohon, jadi aku harus menjadi Angin yang kuat.
Angin akan meniup Daun terbang jauh. Ketika aku pertama kalinya, ketika 1 bulan setelah aku pindah sekolah. Aku melihat seorang memperhatikan kami bermain sepakbola. Ketika itu, dia selalu duduk di sana sendirian atau dengan teman-temannya memerhatikan Pohon. Ketika Pohon berbicara dengan gadis-gadis, ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya. Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti daun yang suka melihat Pohon. Satu hari, dia tidak tampak, aku merasakan kehilangan.
Seniorku juga tidak ada saat itu, Aku pergi ke kelas mereka, melihat seniorku sedang memperhatikan daun. Air mata mengalir di mata daun ketika Pohon pergi, besoknya, aku melihat Daun di tempatnya yang biasa, memperhatikan Pohon. Aku melangkah dan tersenyum padanya. Menulis catatan dan memberikan kepadanya. Dia sangat kaget.
Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima catatanku. Besoknya, dia datang, menghampiriku dan memberiku catatan. “Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon.” Aku melihat ke arahnya dengan kata-kata tersebut dan pelan dia mulai berkata padaku dan menerima kehadiranku dan teleponku.
Aku tahu orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku. Selama 4 bulan, aku telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20 kali kepadanya. Setiap kali dia mengalihkan pembicaraan… tapi aku tidak menyerah, aku memutuskan untuk memiliki dia dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku.
Aku bertanya, “apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?” Dia berkata, “aku menengadahkan kepalaku”.
“Ah?” Aku tidak percaya apa yang aku dengar.
“Aku menengadahkan kepalaku” dia berteriak.
Aku meletakkan telepon, berpakaian dan naik taxi ke tempat dia, dan dia membuka pintu, aku memeluknya kuat-kuat.
“Daun terbang karena tiupan Angin atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal”.
Alasan mengapa orang-orang memanggilku “Pohon” karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. Aku telah berpacaran sebanyak 5 orang wanita ketika aku masih di SMA.
Ada satu wanita yang aku sangat aku cintai, tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya. Dia tidak memiliki wajah yang cantik, tubuh yang sexy, dan sebagainya. Dia sangat peduli dengan orang lain dan religius. Tapi dia hanya wanita biasa saja.
Aku menyukainya, sangat menyukainya, menyukai gayanya yang innocent dan apa adanya, kemandiriannya, aku menyukai kepandaiannya dan kekuatannya.
Alasan aku tidak mengajaknya kencan karena aku merasa dia yang sangat biasa dan tidak serasi untukku. Aku juga takut, jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang. Aku juga takut kalau gosip-gosip yang ada akan menyakitinya. Aku merasa dia adalah “sahabatku” dan aku akan memilikinya tiada batasnya dan aku tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia.
Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini. Dia tau aku mengejar gadis-gadis lain, dan aku telah membuatnya menangis selama 3 tahun.
Ketika aku mencium pacarku yang kedua, dan terlihat olehnya. Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah dan berkata “lanjutkan saja…” dan setelah itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak, dan merah…
Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis, but aku tertawa dengannya seharian. Ketika semuanya telah pulang, dia sendirian di kelas untuk menangis. Dia tidak tahu bahwa aku kembali dari latihan sepakbola untuk mengambil sesuatu di kelas, dan aku melihatnya menangis selama sejaman.
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Pernah sekali mereka berdua perang dingin, aku tahu bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. Tapi aku masih tetap bersama pacarku. Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget. Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku. Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Aku tahu bahwa dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tahu bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia, aku juga sedih.
Ketika aku putus dengan pacarku yang ke-5, aku mengajaknya pergi. Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ada sesuatu yang ingin dia katakan padaku. Aku cerita padanya tentang putusnya aku dengan pacarku dan dia berkata tentang dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. Aku tahu pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan menarik.
Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakitnya hatiaku, tapi hanya bisa tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika aku sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan aku tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat di dadaku. Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun tidak bisa.
Air mata mengalir dan aku jatuh menangis. Sudah sering aku melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya.
Ketika upacara kelulusan, aku membaca SMS di handphone-ku. SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis.
SMS itu berbunyi, “Daun terbang karena Angin bertiup atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal?“
DAUN
Selama SMA, aku suka mengoleksi daun-daun, kenapa? Karena aku merasa bahwa daun membutuhkan banyak kekuatan untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali.
Selama 3 thn di SMA, aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi “Sahabat”. Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya, CEMBURU. Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon. Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi.
Aku menyukainya dan aku tahu bahwa dia juga menyukaiku, but mengapa dia tidak mau mengatakannya? Sejak dia mencintaiku, mengapa dia tidak yang memulainya dulu untuk melangkah? Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku selalu sakit. Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sakit.
Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan, tapi mengapa dia memperlakukanku dengan sangat baik di luar perlakuannya hanya untuk seorang teman?
Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati, aku tahu kesukaannya, kebiasaannya. Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui. Kau tidak mengharapkan aku sebagai seorang wanita untuk mengatakannya bukan?
Di luar itu, aku mau tetap di sampingnya, memberinya perhatian, menemaninya, dan mencintainya. Berharap, bahwa suatu hari, dia akan datang dan mencintaiku. Hal itu seperti menunggu telponenya setiap malam, mengharapkannya untuk mengirimku SMS. Aku tau sesibuk apa pun dia, dia pasti meluangkan waktunya untukku. Karena itu, aku menunggunya. 3 tahun cukup berat untuk kulalui dan aku mau menyerah. Kadang aku berpikir untuk tatap menunggu. Luka dan sakit hati, dan dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini.
Ketika diakhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku, dia adalah adik kelasku, setiap hari dia mengejarku tanpa lelah. Dari penolakan yang telah dia tunjukkan, aku merasa bahwa aku ingin memberikan dia ruang kecil di hatiku.
Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon. Akhirnya, aku sadar bahwa aku tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku.
Aku tau Angin ini akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ke tempat yang lebih baik. Akhirnya aku meninggalkan Pohon. Tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal, aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku.
“Daun terbang karena Angin bertiup atau Pohon tidak memintanya untuk tinggal?”
ANGIN
Karena aku menyukai seorang gadis bernama Daun, karena dia sangat bergantung pada Pohon, jadi aku harus menjadi Angin yang kuat.
Angin akan meniup Daun terbang jauh. Ketika aku pertama kalinya, ketika 1 bulan setelah aku pindah sekolah. Aku melihat seorang memperhatikan kami bermain sepakbola. Ketika itu, dia selalu duduk di sana sendirian atau dengan teman-temannya memerhatikan Pohon. Ketika Pohon berbicara dengan gadis-gadis, ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya. Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti daun yang suka melihat Pohon. Satu hari, dia tidak tampak, aku merasakan kehilangan.
Seniorku juga tidak ada saat itu, Aku pergi ke kelas mereka, melihat seniorku sedang memperhatikan daun. Air mata mengalir di mata daun ketika Pohon pergi, besoknya, aku melihat Daun di tempatnya yang biasa, memperhatikan Pohon. Aku melangkah dan tersenyum padanya. Menulis catatan dan memberikan kepadanya. Dia sangat kaget.
Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima catatanku. Besoknya, dia datang, menghampiriku dan memberiku catatan. “Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon.” Aku melihat ke arahnya dengan kata-kata tersebut dan pelan dia mulai berkata padaku dan menerima kehadiranku dan teleponku.
Aku tahu orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku. Selama 4 bulan, aku telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20 kali kepadanya. Setiap kali dia mengalihkan pembicaraan… tapi aku tidak menyerah, aku memutuskan untuk memiliki dia dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku.
Aku bertanya, “apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?” Dia berkata, “aku menengadahkan kepalaku”.
“Ah?” Aku tidak percaya apa yang aku dengar.
“Aku menengadahkan kepalaku” dia berteriak.
Aku meletakkan telepon, berpakaian dan naik taxi ke tempat dia, dan dia membuka pintu, aku memeluknya kuat-kuat.
“Daun terbang karena tiupan Angin atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal”.
Ketika kita mulai yakin bahwa dia yang terbaik, mengapa kita gak pernah untuk selalu bisa untuk mengenalnya lebih jauh? Kita hanya bisa melihatnya dari kejahuan saja.Aku ingin sekali bisa mengenalnya ya Allah, hanya itu yang membuat aku bisa merasakan keajaiban Mu di bumi ini. Dialah satu-satunya orang yang bisa membuat aku seperti ini, HE MAKE ME LIKE THIS!!!!!!!!!!!! Sampai kapan aku harus seperti ini????????? Untuk sahabat-sahabat aku, bantulah aku. Aku membutuhkan kalian................. I need....................
Untuk yang hatinya rindu disayangi:
Tuhanku Yang Maha Lembut,
Jika aku ini Kau sayangi,
...mengapakah aku harus berupaya keras
untuk mereka kasihi?
Apakah aku tak cukup mengalah
untuk menyenangkan mereka?
Seberapa rendahkah aku harus turun,
agar mereka mulai merasa kasihan?
Tuhan, aku ini jiwa kecintaan-Mu.
Mampukanlah aku untuk tersenyum
dalam sedihku.
Lindungilah aku.
Lembutkanlah hati mereka kepadaku.
Aamiin
Tuhanku Yang Maha Lembut,
Jika aku ini Kau sayangi,
...mengapakah aku harus berupaya keras
untuk mereka kasihi?
Apakah aku tak cukup mengalah
untuk menyenangkan mereka?
Seberapa rendahkah aku harus turun,
agar mereka mulai merasa kasihan?
Tuhan, aku ini jiwa kecintaan-Mu.
Mampukanlah aku untuk tersenyum
dalam sedihku.
Lindungilah aku.
Lembutkanlah hati mereka kepadaku.
Aamiin
Selasa, 01 Februari 2011
About Love
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
To day
Hari ini aku sangat sedih sekali, gak tau kenapa. Aku berharap besok ada seseorang yang bisa hibur aku. Oh my God, help me...............
Sabtu, 29 Januari 2011
Ramalan zodiak
RAMALAN PISCES (18 Februari-20 Maret)
Pendiam, Rajin dan Ambisius, Materialis, Gengsi Tinggi, Suka Memerintah, Suka memperalat Orang Lain.
Di mata Anda, minggu ini semua terlihat kurang menyenangkan. Apapun yang Anda lakukan selalu salah di mata orang lain. Padahal Anda sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan yangterbaik.
Pekerjaan: Serba salah.
Keuangan: Lihat dananya.
Asmara: Jaga kepercayaan.
Pasangan Serasi : Cancer, Taurus, Virgo, Scorpio, Pisces
Pasangan Tidak Serasi : Gemini, Leo, Sagittarius, Aquarius
Hari Keberuntungan : Sabtu
RAMALAN CAPRICORN (22 Desember-18 Januari)
Berjiwa Petualang, Pandai, Suka Kebebasan, Mandiri, Pandai Berdiplomasi, Berpandangan Luas
Persoalan pribadi yang sedang melanda pikiran jangan dicampuradukkan dengan pekerjaan. Anda harus bersifat profesional. Kesuksesan dalam hitungan hari, jadi tetap semangat mengejarnya jangan sampai diambil orang lain.
Pekerjaan: Tetap semangat.
Keuangan: Terima order.
Asmara: Gangguan kecil.
Pasangan Serasi : Aries, Leo, Libra, Aquarius
Pasangan Tidak Serasi : Taurus, Cancer, Scorpio, Capricorn
Hari Keberuntungan :kamis
RAMALAN AQUARIUS (18 Januari-18 Februari)
Panjang Akal, Pendiam, Pendendam, Gigih, Tekun
Sikap rekan kerja membuat Andamenutup diri dengan yang lain. Sebaiknya Anda tidak memperpanjang masalah karena masih banyak tujuan Anda yang belum terwujud. Jangan sampai itu menjadikendala lain.
Pekerjaan: Kendala baru
Keuangan: Lebih fokus.
Asmara: Harmonis.
Pasangan Serasi : Cancer, Virgo, Capricorn, Pisces
Pasangan Tidak Serasi : Aries, Gemini, Libra, Sagittarius
Hari Keberuntungan : jumat
RAMALAN ARIES (21 Maret-19 April)
Penuh Keraguan, Bimbang, Adil Pandai Bermuka Dua, Memiliki Naluri Yang Kuat, Mempesona
Ingin berkarier sendiri? Kali ini Anda tidak bisa menunda lagi rencana yang sudah lama dibuat. Putuskan segera, jangan dengarkan bujukan orang yang ingin mencegah Anda. Semua sangat tergantung diri sendiri bukan?
Pekerjaan: Karier sendiri.
Keuangan: Tanggungan lama.
Asmara: Merasa cemas.
Pasangan Tidak Serasi : Taurus, Virgo, Scorpio, Pisces
Hari Keberuntungan : minggu
RAMALAN TAURUS (20 April-20 Mei)
Suka Memimpin, Dermawan Dan Murah Hati, Penuh Gaya, Aristokratik, Congkak, Percaya Diri Tinggi
Diberi kepercayaan atasan menjaditujuan utama Anda minggu ini. Tugas ini sudah lama Anda nantikan, tapi barukali ini terwujud. Ayo, persiapkan diri sebaik mungkin, tunjukkan Anda mampumelakukannya dengan baik.
Pekerjaan: Tugas baru.
Keuangan: Rugi.
Asmara: Tertekan.
Pasangan Serasi : Aries, Gemini, Libra, Sagittarius
Pasangan Tidak Serasi : Cancer, Virgo, Capricorn, Pisces
Hari Keberuntungan : Rabu
RAMALAN GEMINI (21 Mei-21 Juni)
Suasana Hati Tidak Menentu, Sentimentil, Setia, Penuh Perhatian, Sulit Memaafkan, Memiliki Daya Ingat Yang Kuat
Tantangan kembali muncul saat Anda mengeluarkan putusan penting. Prokontra itu biasa, tapi Anda mesti waspada menghadapinya. Ada saja orang-orang yang iri dan dengki dengan kesuksesan Anda. Makanya jangan sombong, ya.
Pekerjaan: Tantangan baru.
Keuangan: Lumayan.
Asmara: Capek.
Pasangan Tidak Serasi : Gemini, Leo, Sagittarius, Aquarius
Hari Keberuntungan : Sabtu
RAMALAN CANCER (22 Juni-22 Juli)
Lincah, Pandai berbicara, Tidak Stabil, Mudah Berubah-Ubah, Mudah Gugup, Sangat Peka
Jangan panik menghadapi masalah dikantor. Ada yang tidak suka dengan sifat tersebut. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Kenapa Anda tidak perlahan-lahan mencari jalan keluar, sebelum menyebarkan kepanikan.
Pekerjaan: Panik.
Keuangan: Stabil.
Asmara: Butuh kesabaran.
Pasangan Serasi : Aries, Leo, Libra, Aquarius
Pasangan Tidak Serasi : Taurus, Cancer, Scorpio, Capricorn
Hari Keberuntungan : kamis
RAMALAN LEO (23 Juli-22 Agustus)
Keras Kepala, Materialistis, Pasif, Ramah & Sabar, Praktis dan Setia, Memiliki Jiwa Toleransi
Mengalah bukan berarti kalah tapi kemenangan tertunda. Tak ada salahnya memilih bersikap seperti itu, Anda sudah cukup sabar menanti keputusan atasan. Tunggu sampai saatnya tiba, Anda akan memetik hasilnya.
Pekerjaan: Mengalah dulu.
Keuangan: Atur pengeluaran.
Asmara: Jangan curiga.
Pasangan Serasi : Cancer, Virgo, Capricorn, Pisces
Pasangan Tidak Serasi : Aries, Gemini, Libra, Sagittarius
Hari Keberuntungan : Rabu
RAMALAN VIRGO (22 Agustus-22 September)
Agresif, Energik, Impulsif, Berjiwa Pemimpin, Tidak Sabaran, Egois, Cepat Emosi
Anda harus berhati-hati terhadap rekan kerja yang terlihat baik di depan Anda, nyatanya menjelek-jelekkan di belakang. Salah satunya ide yang Anda lontarkan, dianggap sebagai ide orang lain. Ayo tunjukkan siapa yang benar!
Pekerjaan: Hati-hati!
Keuangan: Menunggu.
Asmara: Salah langkah.
Pasangan Serasi : Gemini, Leo, Aquarius, Sagittarius
Pasangan Tidak Serasi : Taurus, Virgo, Scorpio, Pisces
Hari Keberuntungan : Sabtu
RAMALAN LIBRA (23 September-23 Oktober)
Memiliki Sisi Manusiawi Yang Besar, Penuh Cinta, Praktis, Suka Mengkhayal
Kerja keras menjadi tujuan utama di awal tahun ini. Tanpa kerja keras karier Anda akan begitu-begitu saja. Tunjukkan pada atasan, cara kerja Anda mulai berubah dan menunjukkan perkembangan baik. Siapa tahu dapat kenaikan jenjang karier.
Pekerjaan: Kerja keras.
Keuangan: Jangan coba-coba.
Asmara: Berpikir positif.
Pasangan Serasi : Taurus, Cancer, Scorpio, Capricorn
Pasangan Tidak Serasi : Aries, Leo, Libra, Aquarius
Hari Keberuntungan : selasa
RAMALAN SCORPIO (24 Oktober-21 November)
Tenang, Obyektif (Tidak Memihak), Jenius, Penuh Ide, Cepat Mengerti
Meskipun Anda sudah melalui cobaan berat di minggu lalu, masih ada sisa-sia keresahan yang Anda rasakan. Dampaknya cukup besar hingga Anda tidak mampu berpikir tenang. Jangan anggap semuanya akan berakhir, cobalah bangkit.
Pekerjaan: Coba bangkit.
Keuangan: Masih sedikit.
Asmara: Jangan malu-malu.
Pasangan Serasi : Aries, Gemini, Libra, Sagittarius
Pasangan Tidak Serasi : Cancer, Virgo, Capricorn, Pisces
Hari Keberuntungan : minggu
RAMALAN SAGITARIUS (22 November-21 Desember)
Praktis, Analistis, Kritis, Berkepala Dingin Dan Logis, Rajin, Sederhana
Anda menjadi topik pembicaraan minggu ini. Makanya jangan terlalu lama meninggalkan pekerjaan hanya karena memuaskan kesenangan sendiri. Sudah saatnya bekerja dan mulai memikirkan anak buah yang terbengkalai.
Pekerjaan: Topik hangat.
Keuangan: Seret.
Asmara: Tetap cinta.
Pasangan Tidak Serasi : Aries, Leo, Libra, Aquarius
Hari Keberuntungan : kamis.
Nah itulah ramalan zodiak minggu ini atau ramalan bintang minggu ini.
Pendiam, Rajin dan Ambisius, Materialis, Gengsi Tinggi, Suka Memerintah, Suka memperalat Orang Lain.
Di mata Anda, minggu ini semua terlihat kurang menyenangkan. Apapun yang Anda lakukan selalu salah di mata orang lain. Padahal Anda sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan yangterbaik.
Pekerjaan: Serba salah.
Keuangan: Lihat dananya.
Asmara: Jaga kepercayaan.
Pasangan Serasi : Cancer, Taurus, Virgo, Scorpio, Pisces
Pasangan Tidak Serasi : Gemini, Leo, Sagittarius, Aquarius
Hari Keberuntungan : Sabtu
RAMALAN CAPRICORN (22 Desember-18 Januari)
Berjiwa Petualang, Pandai, Suka Kebebasan, Mandiri, Pandai Berdiplomasi, Berpandangan Luas
Persoalan pribadi yang sedang melanda pikiran jangan dicampuradukkan dengan pekerjaan. Anda harus bersifat profesional. Kesuksesan dalam hitungan hari, jadi tetap semangat mengejarnya jangan sampai diambil orang lain.
Pekerjaan: Tetap semangat.
Keuangan: Terima order.
Asmara: Gangguan kecil.
Pasangan Serasi : Aries, Leo, Libra, Aquarius
Pasangan Tidak Serasi : Taurus, Cancer, Scorpio, Capricorn
Hari Keberuntungan :kamis
RAMALAN AQUARIUS (18 Januari-18 Februari)
Panjang Akal, Pendiam, Pendendam, Gigih, Tekun
Sikap rekan kerja membuat Andamenutup diri dengan yang lain. Sebaiknya Anda tidak memperpanjang masalah karena masih banyak tujuan Anda yang belum terwujud. Jangan sampai itu menjadikendala lain.
Pekerjaan: Kendala baru
Keuangan: Lebih fokus.
Asmara: Harmonis.
Pasangan Serasi : Cancer, Virgo, Capricorn, Pisces
Pasangan Tidak Serasi : Aries, Gemini, Libra, Sagittarius
Hari Keberuntungan : jumat
RAMALAN ARIES (21 Maret-19 April)
Penuh Keraguan, Bimbang, Adil Pandai Bermuka Dua, Memiliki Naluri Yang Kuat, Mempesona
Ingin berkarier sendiri? Kali ini Anda tidak bisa menunda lagi rencana yang sudah lama dibuat. Putuskan segera, jangan dengarkan bujukan orang yang ingin mencegah Anda. Semua sangat tergantung diri sendiri bukan?
Pekerjaan: Karier sendiri.
Keuangan: Tanggungan lama.
Asmara: Merasa cemas.
Pasangan Tidak Serasi : Taurus, Virgo, Scorpio, Pisces
Hari Keberuntungan : minggu
RAMALAN TAURUS (20 April-20 Mei)
Suka Memimpin, Dermawan Dan Murah Hati, Penuh Gaya, Aristokratik, Congkak, Percaya Diri Tinggi
Diberi kepercayaan atasan menjaditujuan utama Anda minggu ini. Tugas ini sudah lama Anda nantikan, tapi barukali ini terwujud. Ayo, persiapkan diri sebaik mungkin, tunjukkan Anda mampumelakukannya dengan baik.
Pekerjaan: Tugas baru.
Keuangan: Rugi.
Asmara: Tertekan.
Pasangan Serasi : Aries, Gemini, Libra, Sagittarius
Pasangan Tidak Serasi : Cancer, Virgo, Capricorn, Pisces
Hari Keberuntungan : Rabu
RAMALAN GEMINI (21 Mei-21 Juni)
Suasana Hati Tidak Menentu, Sentimentil, Setia, Penuh Perhatian, Sulit Memaafkan, Memiliki Daya Ingat Yang Kuat
Tantangan kembali muncul saat Anda mengeluarkan putusan penting. Prokontra itu biasa, tapi Anda mesti waspada menghadapinya. Ada saja orang-orang yang iri dan dengki dengan kesuksesan Anda. Makanya jangan sombong, ya.
Pekerjaan: Tantangan baru.
Keuangan: Lumayan.
Asmara: Capek.
Pasangan Tidak Serasi : Gemini, Leo, Sagittarius, Aquarius
Hari Keberuntungan : Sabtu
RAMALAN CANCER (22 Juni-22 Juli)
Lincah, Pandai berbicara, Tidak Stabil, Mudah Berubah-Ubah, Mudah Gugup, Sangat Peka
Jangan panik menghadapi masalah dikantor. Ada yang tidak suka dengan sifat tersebut. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Kenapa Anda tidak perlahan-lahan mencari jalan keluar, sebelum menyebarkan kepanikan.
Pekerjaan: Panik.
Keuangan: Stabil.
Asmara: Butuh kesabaran.
Pasangan Serasi : Aries, Leo, Libra, Aquarius
Pasangan Tidak Serasi : Taurus, Cancer, Scorpio, Capricorn
Hari Keberuntungan : kamis
RAMALAN LEO (23 Juli-22 Agustus)
Keras Kepala, Materialistis, Pasif, Ramah & Sabar, Praktis dan Setia, Memiliki Jiwa Toleransi
Mengalah bukan berarti kalah tapi kemenangan tertunda. Tak ada salahnya memilih bersikap seperti itu, Anda sudah cukup sabar menanti keputusan atasan. Tunggu sampai saatnya tiba, Anda akan memetik hasilnya.
Pekerjaan: Mengalah dulu.
Keuangan: Atur pengeluaran.
Asmara: Jangan curiga.
Pasangan Serasi : Cancer, Virgo, Capricorn, Pisces
Pasangan Tidak Serasi : Aries, Gemini, Libra, Sagittarius
Hari Keberuntungan : Rabu
RAMALAN VIRGO (22 Agustus-22 September)
Agresif, Energik, Impulsif, Berjiwa Pemimpin, Tidak Sabaran, Egois, Cepat Emosi
Anda harus berhati-hati terhadap rekan kerja yang terlihat baik di depan Anda, nyatanya menjelek-jelekkan di belakang. Salah satunya ide yang Anda lontarkan, dianggap sebagai ide orang lain. Ayo tunjukkan siapa yang benar!
Pekerjaan: Hati-hati!
Keuangan: Menunggu.
Asmara: Salah langkah.
Pasangan Serasi : Gemini, Leo, Aquarius, Sagittarius
Pasangan Tidak Serasi : Taurus, Virgo, Scorpio, Pisces
Hari Keberuntungan : Sabtu
RAMALAN LIBRA (23 September-23 Oktober)
Memiliki Sisi Manusiawi Yang Besar, Penuh Cinta, Praktis, Suka Mengkhayal
Kerja keras menjadi tujuan utama di awal tahun ini. Tanpa kerja keras karier Anda akan begitu-begitu saja. Tunjukkan pada atasan, cara kerja Anda mulai berubah dan menunjukkan perkembangan baik. Siapa tahu dapat kenaikan jenjang karier.
Pekerjaan: Kerja keras.
Keuangan: Jangan coba-coba.
Asmara: Berpikir positif.
Pasangan Serasi : Taurus, Cancer, Scorpio, Capricorn
Pasangan Tidak Serasi : Aries, Leo, Libra, Aquarius
Hari Keberuntungan : selasa
RAMALAN SCORPIO (24 Oktober-21 November)
Tenang, Obyektif (Tidak Memihak), Jenius, Penuh Ide, Cepat Mengerti
Meskipun Anda sudah melalui cobaan berat di minggu lalu, masih ada sisa-sia keresahan yang Anda rasakan. Dampaknya cukup besar hingga Anda tidak mampu berpikir tenang. Jangan anggap semuanya akan berakhir, cobalah bangkit.
Pekerjaan: Coba bangkit.
Keuangan: Masih sedikit.
Asmara: Jangan malu-malu.
Pasangan Serasi : Aries, Gemini, Libra, Sagittarius
Pasangan Tidak Serasi : Cancer, Virgo, Capricorn, Pisces
Hari Keberuntungan : minggu
RAMALAN SAGITARIUS (22 November-21 Desember)
Praktis, Analistis, Kritis, Berkepala Dingin Dan Logis, Rajin, Sederhana
Anda menjadi topik pembicaraan minggu ini. Makanya jangan terlalu lama meninggalkan pekerjaan hanya karena memuaskan kesenangan sendiri. Sudah saatnya bekerja dan mulai memikirkan anak buah yang terbengkalai.
Pekerjaan: Topik hangat.
Keuangan: Seret.
Asmara: Tetap cinta.
Pasangan Tidak Serasi : Aries, Leo, Libra, Aquarius
Hari Keberuntungan : kamis.
Nah itulah ramalan zodiak minggu ini atau ramalan bintang minggu ini.
It's me
Inilah aku, yang selalu kesepian gak ada yan perhatiin. Aku sayang sama seeorang, tapi sayangnya orang itu tidak memperatikan aku. Aku bingung harus bagaimana lagi. Semua sahabatku jauh dariku. Tapi dibalik kesedihanku aku punya cita-cita yang tingi.Aku anin sekali menjadi guru, yang dapat membri ilmu kepada orang banyak.
Inilah aku, yang mencintai dengan tulus, tetapi ak digubris. Dia adalah Bambang, ya walaupun dia cuek ma aku, tapi aku kan selalu manyayanginya.
Dan semoga dia tahu betapa besar cintaku ntuknya
Inilah aku, yang mencintai dengan tulus, tetapi ak digubris. Dia adalah Bambang, ya walaupun dia cuek ma aku, tapi aku kan selalu manyayanginya.
Dan semoga dia tahu betapa besar cintaku ntuknya
Senin, 24 Januari 2011
Sahabat
Seorang sahabat bertanya,
mengapakah setelah semua doa,
sembahyang, dan prosesi ibadah
yang dengan setia dilakukannya,
hidupnya masih begitu-begitu saja,
tidak ada perubahan yang berarti.
Saya bisikkan kepadanya,
Sebagian besar jawaban Tuhan
untuk perubahan,
tidak terjadi pada kehidupanmu,
tetapi pada pribadimu.
Sesungguhnya,
perubahan pribadimu itulah
yang jika kau gunakan,
akan mengubah kehidupanmu.
Mario Teguh
mengapakah setelah semua doa,
sembahyang, dan prosesi ibadah
yang dengan setia dilakukannya,
hidupnya masih begitu-begitu saja,
tidak ada perubahan yang berarti.
Saya bisikkan kepadanya,
Sebagian besar jawaban Tuhan
untuk perubahan,
tidak terjadi pada kehidupanmu,
tetapi pada pribadimu.
Sesungguhnya,
perubahan pribadimu itulah
yang jika kau gunakan,
akan mengubah kehidupanmu.
Mario Teguh
Zaman mesolithikum
Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)
Ciri zaman Mesolithikum :
Alat-alat pada zaman ini hampir sama dengan zaman Palaeolithikum.
Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut “kjoken modinger” (sampah dapur) Kjoken =dapur, moding = sampah).
Alat-alat zaman Mesolithikum :
Kapak genggam (peble)
Kapak pendek (hache Courte)
Pipisan (batu-batu penggiling)
Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah
Alat-alat di atas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores
Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang
disebut “Abris Sous Roche” Adapun alat-alat tersebut adalah :
1.Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.
2.Ujung mata panah,
3.Batu penggilingan (pipisan),
4.Kapak,
5.Alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,
Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya: Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)
Tiga bagian penting Kebudayaan Mesolithikum,yaitu :
Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger
Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche
Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua –
Melanosoid.
Ciri zaman Mesolithikum :
Alat-alat pada zaman ini hampir sama dengan zaman Palaeolithikum.
Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut “kjoken modinger” (sampah dapur) Kjoken =dapur, moding = sampah).
Alat-alat zaman Mesolithikum :
Kapak genggam (peble)
Kapak pendek (hache Courte)
Pipisan (batu-batu penggiling)
Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah
Alat-alat di atas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores
Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang
disebut “Abris Sous Roche” Adapun alat-alat tersebut adalah :
1.Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.
2.Ujung mata panah,
3.Batu penggilingan (pipisan),
4.Kapak,
5.Alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,
Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya: Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)
Tiga bagian penting Kebudayaan Mesolithikum,yaitu :
Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger
Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche
Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua –
Melanosoid.
Sabtu, 22 Januari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)

